Jealous sama pasangan depan gue.
Sambil gendong buah hati mereka, bahagia banget suaminya, senyum sampe tulang pipinya tinggi gak masalah gigi pun sampai kering.
Berkah keluarga kalian pak-buk. π
Kok rasanya harus gue yang tanggung jawab atas dia ? Apa karena dia sudah gak paham jalannya harus gimana ? Harus gue tuntun terus ?
Denial atas segalanya