Pembantaian Tepung
Tanggal 29 Februari 2024, warga Gaza di utara, keluar dari rumah-rumah mereka. Mereka adalah para ayah, kakak, paman, yang pergi untuk menantikan bantuan tepung agar ibu, istri, dan saudara perempuan mereka bisa membuat roti untuk dimakan seluruh keluarga. Tapi serdadu Israel menembaki mereka, dan ratusan dari para ayah, paman, kakak ini pulang sebagai jasad tak bernyawa.
**
Detil kejadian:
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04:30 waktu setempat (02:30 GMT) pada hari Kamis, ketika orang-orang berkumpul di Jalan Harun al-Rashid di Gaza, di mana truk bantuan yang membawa tepung diyakini sedang dalam perjalanan. Konvoi truk bantuan melewati pos pemeriksaan, menuju ke utara, ketika orang-orang mulai berkumpul dalam jumlah besar. Menurut militer Israel, konvoi 31 truk memasuki Gaza tetapi hampir 20 truk memasuki utara pada hari Senin dan Selasa.
Ketika orang-orang berkumpul dalam kelompok besar menunggu bantuan yang sangat mereka butuhkan, mereka ditembak dengan segala jenis peralatan militer, Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Rafah.
Setelah tembakan pertama berhenti, orang-orang kembali ke truk, namun tentara kembali melepaskan tembakan. “Setelah melepaskan tembakan, tank-tank Israel maju dan menabrak banyak korban tewas dan terluka,” kata Ismail al-Ghoul dari Al Jazeera, melaporkan dari tempat kejadian.
Pihak berwenang Palestina mengatakan insiden itu terjadi di Jalan al-Rashid di Bundaran Nabulsi di sisi barat daya Kota Gaza.
Hal ini terjadi satu hari setelah Carl Skau, wakil direktur eksekutif Program Pangan Dunia (WFP), mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa lebih dari 500.000, atau satu dari empat orang, berisiko mengalami kelaparan, dengan satu dari setiap 6 anak di bawah umur 2 tahun kekurangan gizi akut.
Minimalnya, 112 orang gugur, lebih dari 750 terluka.
Sumber: https://t.co/eibqBOXM2c #israelistherealterrorist #GazaMassacre #FlourMassacre
BREAKING: Israel is currently bombing Syria’s capital city of Damascus, targeting residential areas.
Within a single day alone, Israel has dropped bombs Gaza, South Lebanon and Syria.
This is not victim behavior.
This is terrorism.
Inget waktu SMA dituduh habis2an sebagai ngambil uang kelas. Terus dipojokin dan sampai skrg masih berbekas sakit hatinya. Pdhl udh jelas siapa yg nyolong dan buktinya pun ada. Rasanya pgn ngmg "saya bawa ke akhirat ya rasa sakit hati saya ke ibu. Biar ibu tau sakitnya difitnah."
@tanyarlfes Gini nih sering terjadi, kesalahan kecil telat 3 menit hukumannya ga umum.
Namun kasus berat kaya bully, pelecehan malah (OKNUM) pihak sekolah tutup mata dan tutup kuping serta ga peduli sama korban.
Ini oknum yg oknum, ga semua kok yg kaya gitu
@kegblgnunfaedh Yang ngeliat rekaman cctv juga goblok malah ketawa, udah jelas ada yang dilecehin di dalam mesjid malah ketawa, bukannya nyari pelakunya 🤬
100 days
Hundred days of losing, suffering, pain, fighting to survive and showing the RAW realities to the whole world.
With no lie, with no filters.
I showed the whole world the meaning of being Palestinian living in Gaza Strip.
I showed you how we love the life and how we love our beloved Gaza.
I showed the reality of the most brutal occupation ever.
No one will bring me back the people I lost and my mental health which actually was destroyed years before this war.
Free Palestine🇵🇸
This is AI. Suaranya datar, nggak ada pergantian nada/tone.
Lihat aja, sebentar lagi dipakai untuk fitnah Anies or Ganjar at some point sama biggest capress AI supporter