Orang yang real life-nya sepi banget, gak punya banyak orang yang bisa dihubungin kapan aja buat ngobrol, no close friends, gak terlalu terbuka sama keluarga, basically solo mode hampir setiap hari...
Mereka kadang terlihat baik-baik aja, padahal sebenarnya banyak hal yang mereka hadapi sendirian.
Life-nya bisa messy. Kadang kehilangan arah, bingung harus cerita ke siapa, bahkan sering nangis sendirian di malam hari karena semuanya terasa terlalu berat.
Tapi besoknya tetap bangun dan menjalani hari seperti biasa.
Lucu ya, kalau diresapi lagi, ternyata selama ini gue bener-bener sendirian. Gue pikir lingkaran pertemanan gue luas, tempat mengadu gue banyak, dan nama gue cukup diingat. Tapi itu cuma ilusi. Gue cuma kenal banyak orang, bukan punya temen yang bener-bener tempat pulang. Sering banget gue ngerasa deket sama banyak jiwa, saling tukar cerita, tertawa sampai larut, tapi di ujung hari, saat riuh itu reda, gue sadar nggak ada satu pun dari mereka yang sudi jadiin gue prioritas. Not a single person would choose me first. Gue cuma ada saat mereka butuh penengah, pendengar, atau sekadar pengisi kekosongan. Begitu mereka selesai, gue kembali jadi sosok yang terlewatkan. Ternyata emang dari dulu gue tuh nggak pernah penting buat siapa pun wkwk, cuma gue aja yang ke-PDean ngerasa dianggap.
aku ga pernah merencanakan bakal berdiri di sini. Tuhan selalu punya cara yang gak pernah kita duga. terima kasih ya, percakapannya singkat, momennya juga sesaat. but somehow it gives me the heartwarming feeling that iโve been longing :) that talk lives longer than its real time
setiap memasuki masa maba, jejak digital ini will be my core memory yang gak akan pernah redup. aku masih ingat senangnya, capeknya, panasnya, terharunya, semuanya. im proud to be part of papershow UM 2023. kangen banget :(
Buat yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst, punya risiko kematian dini yg lebih tinggi dibandingin yg mampu nyalurin emosinya dg baik ๐ฅบ
Kamu tipe yg suka mendem atau nggak? Klo iya? Pls baca utas iniiii ๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ
Dewasa gini, ternyata lebih seru ngobrol sama stranger, pedagang keliling, tukang parkir, atau orang orang tua yang kebetulan lagi di tempat yang sama.
energi mereka terasa lebih tulus untuk menyadarkan bahwa banyak hal di dunia ini yang perlu kita syukuri.