Tubuhnya sehat.
Tapi saat hendak mengajar, kata-kata seperti tertahan. Lidahnya kelu. Suaranya seakan menolak keluar.
Dalam catatan hidupnya, Al-Ghazali mengaku sedang mengalami krisis yang sangat dalam. Ia mulai mempertanyakan dirinya sendiri.
Apakah ilmu yang ia sampaikan benar-benar untuk Allah? Atau hanya untuk mendapatkan pujian manusia?
Apakah ia mengajar karena cinta pada kebenaran? Atau karena menikmati status dan pengakuan?
@msmyrrrz@karirfess dari pengalaman semua temen gue yg kerja di Kapal Pesiar, Kapal Minyak, Hotel LN, TKW di Timteng, kerja pabrik di Eropa
sampe emaknya temen yg kerja jadi nanny di LN
semua setuju enakan bergaul ama orang Pinoy wkwkwk
mabuhay pinoy