Man to Man: Apalagi alasan yang membuat lu tidak menghargai istrimu??
Kalo lu bisa menstruasi hari ke 3 lu pingsan
Kalo lu bisa melahirkan pembukaan ke 4 lu meninggal, KENAPA?
Lu tdk dirancang untuk menahan sakit, TAPI Istri lu itu dirancang untuk bisa menahan misery (penderitaan).
Gw cm mau bilang: Please ketika istri lu tidur, cb sekali kali pandang dia, dan tanya sama diri lu apa yg udah lu perbuat untuk dia bahagia setidaknya sekali aja?
Jebakan Middle-Low Class :
• Beli iPhone pakai paylater.
• KPR rumah 25–30 tahun.
• Kredit motor demi gengsi.
• Kredit mobil di luar kemampuan.
• Pinjol buat liburan.
• Nikah mewah sampai ngutang.
• Ngopi mahal tiap hari, tabungan minim.
• Gaji naik, gaya hidup ikut naik.
• Beli barang karena FOMO, bukan karena butuh.
• Liburan pakai kartu kredit.
• Semua serba dicicil.
• Rela lembur cuma buat bayar cicilan.
• Tabungan darurat nol, cicilan banyak.
• Investasi paling besar: cicilan
• Terlihat mapan di luar, finansial megap-megap di dalam.
Dari teh hijau gue paham satu hal, kalo lagi kehilangan spark di hidup lo itu gapapa banget. Mungkin itu siklusnya. Percaya aja besok akan lebih elok. Mari kita rayakan hampa ini🤗
Semoga secepatnya hijau kembali jiwa gersangku.
kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Bener bgt. Kadang cowo tuh simply ga peka aja, bukan pelit.
Dulu aku setiap nyamperin pacarku ke Jakarta selalu bayar apa2 sendiri, sampe suatu ketika aku udah muak karena pas aku nyamperin dia di sbux aku harus pesen sendiri, aku bayar sendiri. Ngomonglah aku ke pacarku ini, kenapa dia jadi cowo pelit bgt, kalo ketemuan aku selalu bayar makan minum sendiri pdhal aku udah ngeluarin duit buat PP Tegal-Jakarta. Dia baru sadar dan setelah itu bayarin semua kalo kita ketemu, walopun kadang masih split bill karena gaji dia waktu itu masih UMR Jakarta.
Sekarang cowo itu jadi suami aku yg super baik, minta apa aja dibeliin kalo ada duitnya. Kalo harus bayar pake ginjal dia juga kayaknya mau2 aja.😆
Kadang cowo tuh bukan pelit, tapi kurang inisiatif aja. Coba ngomong baik2 dulu kalo kalian kenalan sama cowo pelit, jangan langsung dighosting.
Kalo jawabannya ga memuaskan dan tetep pelit yaudah. Bye…
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. not everything needs our attention, not everything deserve our energy. ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, ataupun dibahas. cukup bodo amatin aja dan bye
I love it when my boyfriend proudly said
“Pacarku”
“Cewe gw”
“My bini”
“Bini gw”
“Kok bisa yg semantep ini jadi cewe gw”
like YESSSS you bagged ME. I LOVE YOU LITTLE CUPCAKE. GRGRGRGRRR. (I’m a men hater but my man gets a freepass) 🍀
Ternyata kita tuh gak perlu ngejar laki-laki buat nikahin kita.
Once mereka akan yakin secara hati, finansial, dan pekerjaan buat nafkahin kita, mereka bakal make a move duluan buat ke jenjang yang lebih serius.
Kalo jodoh pasti hati dan rezekinya bakal di dekatkan ke kita tanpa harus effort besar. Begitupun hati kita sebagai perempuan.
sumpah ini jahatnya kebangetan.
gimana kalau ternyata si cewe saat pacaran sama dia merupakan versi terbaiknya, sementara cowo itu jadi versi terbaiknya dengan orang baru wkwk.
ga adil si, dia pergi disaat kasi racun pada bunga yang mekar dengan indah untuk dia cium aromanya.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.