Jikalau sakit kepala bisa menghasilkan uang, bukanlah sebuah pernyataan yang berlebihan baginya jika uangnya bisa membeli mansion yang ditinggalinya sekarang. Helaan napas keluar dari bibirnya selagi kedua jarinya menekan tulang hidungnya—berusaha melepaskan tekanan -
Presensi yang tak terduga dan juga tak biasa ia hiraukan muncul di depan mata. Diusahakannya untuk tidak mengeluarkan napas lantang—namun ekspresinya kaku ketika menyapa. Sadar, sadar. “Lama tidak terlihat, @Arrankarai.”
Diam-diam menempatkan @Disceredio untuk duduk di bangku depannya, sebelum buku menu diberikan di depan mereka. Tujuannya? Perayaan. Perayaan apa? Rahasia. “Ku traktir.”
Diam-diam menempatkan @Disceredio untuk duduk di bangku depannya, sebelum buku menu diberikan di depan mereka. Tujuannya? Perayaan. Perayaan apa? Rahasia. “Ku traktir.”