β’kdmβ’ π₯ COLONY π₯
Sender tadi siang uda nonton, sumpah ya minimal tuh dikasih napas dikit kek, jantungan banget tiap scene ya ampun saking tegangnya π KEREN KERENNYA BANGET!! Yg uda nonton ditunggu rate dan reviewnya ya, kalau dari sender mah 100000/10 π
Park Jihoon disebut Alkemis Manhwa sejati yang selalu berhasil ngubah karakter 2D jadi sosok nyata π₯°
Project adaptasi webtoon sering dibilang pedang bermata dua karena ekspektasi fans aslinya tinggi banget. Dan Park Jihoon ga pernah gagal kalau urusan ngehidupin karakter webtoon.
Dia punya kemampuan magis buat ngehapus keraguan fans webtoon asli lewat aktingnya yang solid banget. Transformasinya bener-bener gila. Artikelnya cuman bahas tiga project ya (jadi jangan tanya kenapa ada yang ga dimasukin π ).
Gong Juyoung (Love Revolution): Sukses tampil imut dan tulus dengan gaya rambut mangkuk (bowl cut) yang ikonik, tanpa kelihatan canggung sama sekali.
Yeon Sieun (Weak Hero): Titik balik karier Park Jihoon. Tatapan mata dingin, emosi yang tertahan, dan aksi brutalnya sukses nunjukkin kelasnya sebagai aktor papan atas.
Kang Seongjae (The Legend of Kitchen Soldier): Sekarang dia jadi tamtama yang berjuang dari bawah di dapur militer. Aktingnya fleksibel banget, bisa ngebawa suasana kaku militer jadi ladang tawa, bikin penonton puas pas dia berhasil naklukkin lidah para senior dan perwira lewat masakannya.
Selain peran-peran di atas, masih ada Yeo Jun (At A Distance, Spring is Green) dan duo Sajo Hyun & Akhee (Love Song for Illusion).
https://t.co/I1SBwobUbU
#ParkEunBin mengaku sempat kena efek samping setelah membintangi Extraordinary Attorney Woo karena jumlah dialognya yang gila gilaan.
Dia bilang dulu merasa cukup jago menghafal naskah, tapi setelah syuting drama itu malah sempat mikir, "Apa otakku jadi lebih lemot ya?" Soalnya dalam satu scene saja dialognya bisa sampai 15β20 halaman, apalagi banyak adegan sidang dengan istilah hukum panjang.
Park Eun Bin juga cerita kalau selama syuting dia jadi menurunkan ekspektasi ke dirinya sendiri. Biasanya hampir nggak pernah NG, tapi waktu Woo Young Woo saking banyaknya dialog sampai akhirnya mikir, "Kalau salah ya wajar."
Apalagi dia mulai syuting drama itu cuma dua minggu setelah selesai The Kingβs Affection, jadi nyaris nggak punya waktu buat persiapan. Setiap hari dia cuma fokus menghafal naskah untuk besok yang jumlahnya bisa 6β7 halaman A4.
Sekarang kalau mengingat masa itu, dia sendiri heran gimana bisa berhasil melewatinya.
https://t.co/tsOuEGbGgl
Khususnya Park Jihoon, prediksinya paling yakin bener. Jadi artikelnya tuh menyoroti Jihoon yang sukses lepas dari label idol-aktor lewat perannya sebagai King Danjong.
Aktingnya dipuji luar biasa, rapuh tapi tangguh, sampe bikin sindrom Danjong di Korea. Katanya, ga bisa bayangin aktor lain yang bisa nyampein kesedihan cuma lewat tatapan mata sekuat dia.
"Park Jihoon, who previously showcased a powerful presence in Weak Hero, has once again proven his versatility as an actor by perfectly portraying the role of King Danjong in this project.
In particular, many have praised his delicate depiction of the young king's anxiety, loneliness, and his steadfast determination not to crumble. Above all, he delivered such a stable performance that he completely shed his idol-turned-actor image, establishing a distinct presence that sparked a so-called Danjong Syndrome.
Personally, throughout the film, i kept thinking, 'Who else could have played this role if not Park Jihoon?' He managed to convey the sorrow and fear of a king too young to shoulder such burdens using only his gaze, and that lingering, heavy expression stayed with me long after leaving the theater.
It felt as though Park Jihoon's acting played a massive role in the film's success, acting as the emotional anchor that held the story together until the very end. Without a doubt, this is the category i can predict with the most confidence."