Kalo kita punya satgas dan punya nama terkenal, bisa aja jadi perpanjangan tangan untuk nantinya dilaporkan ke Kepolisian.
Memang pasti banyak yang ACAB, gw juga salah satunya tapi ya kalo gini terus gaakan selesai2
Gw jadi kepikiran kalo polanya berulang terus, udah saatnya bentuk satgas khusus yang bisa bawa kasus Kekerasan Seksual, Wanprestasi, dll karena kalo udah dibikin satgas khusus untuk ini bisa ke kepolisian dan kalo emang ada tindakan kriminal, bisa ampe pengadilan.
Satgas khusus KS ama KBGO emang harus dibentuk karena sering terjadi dan korban seringkali gapunya akses hukum yang pada akhirnya ya ke orang2 lagi dan seperti sekarang, charanya kena tapi orangnya ga sehingga bisa muncul lagi.
@KalanaraDika Jujur aja gw muak asli dengan vtuber Indo baik indie maupun agensi. Banyak yang sembrono, main asal2an, ama banyak kasus KBGO yang terjadi di agensi maupun indie.
Kalo kasusnya berulang dan akarnya sama ini bukan lagi masalah individu tapi udah masalah komunitas itu sendiri.
Ini saran yang bagus cuma ada hal yang harus gw kritisi untuk poin pertama karena ini menyangkut data pribadi dan mekanisme yang harus dijalanin, dan ini sangat susah bahkan mustahil.
Udah Terlau Banyak Surat Klarifikasi dan Surat Perpisahan.
Minggu ini aja kita punya dua nama baru buat ditambahin ke daftar gelap mas Cunguk Bengek.
Belum reda omongan soal Souta, sekarang giliran GRAVT yang harus ngeluarin salah satu membernya sendiri. Dan kalau kamu udah cukup lama di skena ini, kamu pasti sadar pola yang sama selalu berulang.
Kasus kebongkar, statement panjang keluar, ada yang minta maaf, ada yang hiatus, komunitas ribut beberapa hari, terus pelan-pelan reda, sampai kejadian berikutnya.
Aku sendiri udah beberapa kali nulis soal ini di artikel-artikel lama, dan jujur capek juga rasanya nulis hal yang sama berulang kali, cuma ganti nama pelaku dan korban.
Makanya kali ini aku nggak mau bahas kronologinya lagi. Kamu yang follow isu ini pasti udah tau duduk perkaranya.
Yang mau aku bahas adalah hal yang menurutku lebih penting: Sebagai sesama vtuber, sebagai support system, sebagai viewers, sebenernya kita harus ngapain biar ini nggak jadi siklus abadi?
Yang pertama, buat sesama vtuber dan agensi.
Background check itu bukan formalitas administratif yang cukup dikerjain sekali pas onboarding. Kalau kamu baca surat GRAVT, mereka sendiri ngaku background check yang ada sebelumnya kurang menyeluruh.
Ini bukan buat nyalahin mereka doang, karena hampir semua agensi di skena kita punya masalah yang sama.
Tapi ini harusnya jadi standar baru, cek rekam jejak calon talent secara berkala, bukan cuma sekali di awal.
Bangun jalur pelaporan internal yang jelas, supaya kalau ada masalah, korban atau saksi tau harus lapor ke siapa tanpa takut nggak didengerin atau malah disalahin.
Dan yang paling penting, siapin protokol respons yang udah dipikirin matang jauh sebelum kejadian beneran terjadi, biar nggak keteteran dan gegabah pas momennya datang.
Yang kedua, buat kita semua sebagai bagian dari support system, entah itu temen sesama kreator, tim produksi, atau komunitas fans yang cukup deket.
Kalau ada tanda-tanda perilaku yang nggak nyaman, jangan tunggu sampe jadi kasus besar baru diomongin.
Budaya diem demi menjaga hubungan baik atau demi nggak bikin ribut itu yang justru sering bikin pola ini keulang terus.
Aku tau ini gampang diomongin susah dijalanin, apalagi kalau yang terlibat adalah orang yang deket sama kamu. Tapi diemnya kita, sekecil apapun alasannya, tetap punya andil ke lingkungan yang bikin pelaku ngerasa aman buat lanjut.
Yang ketiga, buat kita sebagai viewers.
Kalau ada korban yang speak up, tugas kita bukan jadi detektif yang sibuk nyari identitas korban atau ngulik detail kejadian buat konsumsi drama.
Setiap kali identitas korban kebongkar atau detail sensitif disebar demi konten atau clout, itu nambah trauma baru di atas trauma yang udah ada. Cara kita mendukung korban paling sederhana adalah dengan kasih ruang, percaya sama apa yang mereka omongin sejauh yang mereka mau bagikan, dan nggak maksa mereka buat cerita lebih dari yang mereka rasa nyaman.
Satu hal lagi yang jarang dibahas, jangan buru-buru nyalahin diri sendiri kalau kamu dulu pernah dukung atau bikin karya bareng orang yang sekarang kebongkar.
Karya yang lahir dari niat baik nggak jadi otomatis kotor karena orangnya ternyata bermasalah. Yang perlu diubah adalah cara kita ke depan, bukan menghapus semua yang udah terjadi.
Skena kita ini udah cukup gede sekarang, dan sayangnya ukuran itu nggak selalu dibarengi kedewasaan sistem yang ngejaga orang-orang di dalamnya.
Semoga ke depannya kita nggak cuma jago bikin statement rapi pas udah kejadian, tapi juga jago mencegah supaya statement kayak gitu nggak perlu ada lagi.
@KalanaraDika Jangan sampe ada masalah tapi gabisa tertangani dengan baik karena selama ini menjalaninya dengan asal2an dan cuma buat hobi. Minimal kalo mau hobi juga kalo itikad buat profesional ya harus profesional.
Terakhir soal esensi vtuber itu sendiri. Apakah vtuber Indo siap buat kehilangan anonimitas, sesuatu yang menjadi esensi vtuber, untuk keamanan bersama atau tetap seperti sekarang tapi bakal muncul kasus2 seperti ini lagi? Ini harus dipikirkan bersama karena menyangkut kita.
Ketiga bagaimana enforcementnya? Kita bukan RRT yang dimana pemerintah punya data dan dipublikasikan ke umum. Penegakan ini kan hanya berdasarkan kepatuhan karena kita bukan pemerintah yang bisa memaksa. Kalo ada sekelompok yang menolak ya bakalan sia2.
@noiscampnou Gw juga paham sih kenapa Laporta gamau masukin Messi lagi karena ya gajinya emang udah terlalu gede meskipun udah dipangkas juga apalagi waktu itu emang masih krisis keuangan.
Yang harusnya disalahin itu Bartolomeu karena gegara dia semua bencana yang menimpa Barca terjadi
Mbak, akun dia itu yang ngebantu untuk memahami live race secara langsung bagi yang gabisa nonton karena terkendala biaya. Deactivenya akun dia juga jelas jadi guncangan karena selama ini dia udah nahan2 buat ngadepin fans toxic.
KALO EMANG SEPELE, GANTIIN AKUN DIA
Lagian akunnya cuma deact di x, di ig sama yt juga akunnya masih ada. Lu masih bisa tau update-an akunnya disana. Itโs not the end of the world, funny how yโall treat Landoโs fans like they just killed someone. Even adminnya udah klarif deactivate itu pertimbangan dia dari lama