banyak yang tanya siapa yang gambar utk dicredit, ini gambar oleh ku sendiri :-) tapi gak papa, memang sengaja aku gak tulis namaku, tadi sempat tulis, lalu kupikir, biarlah ini menjadi suara kita bersama dan bukan aku seorang.
Lagipula yang layak dipuji mah Bapak Van Gogh
ruang diskusi ruang diskusi tai. sibuk ngomentarin yang ga penting. banyak hal lebih penting buat didiskusiin dibanding estetik ga estetik. kesental kesentil, orang noh sesek napas lu sibuk mikirin “ih kok sempet sih mikir buat estetik estetik”
kritik boleh tapi di tengah orang-orang yg lagi berusaha buat raise awareness soal karhutla jgn sampai kritik kita justru jd distract from the issue itself, let’s not miss the point
Bandung itu bukan pusat kerajaan pasundan, galuh atau tarumanegara. Bandung itu kota yg dibangun Belanda, dg ciri khas arsitektur gaya Art Deco, gaya Jengki.
Gubernurnya emamg blo'on sih ini...
dia cakep & cocok di pageant,
bukan mau mengganggu rasa bangga papua yg akhirnya ada yg jadi juara utama & bakal dikirim ke ajang inter yg gede yaa
TAPI
Miss Indonesia ini terkenal ajang "sash palsu"
peserta dgn daerah yg diwakilinya sering ga ada hubungannya
*btw dia orang jatim
Menerima penghargaan The Freedom of the City of London.
Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah.
Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yg boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yg dibacakan dengan kata2 yg sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri satu kalimat sambutan: “a Citizen of London.”
Penganugerahaan Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia. Tercatat sejak 1237, awalnya ia menandai status warga merdeka yg berhak berdagang di kota London. Kini ia diberikan kepada mereka yg dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik. Dalam daftar panjang penerimanya ada Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, J.K. Rowling, Tim Berners-Lee, Harry Kane, Andrew Lloyd Webber, dan banyak lainnya.
Nominasi bagi kami datang dari Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Upacara dimpimpin The City Remembrancer selaku kepala protokol. Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor 2021-2022, berdiri di samping mendampingi sepanjang upacara. Fery ikut hadir menyaksikan prosesi yg amat khidmat itu.
Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama.
Dalam sambutan singkat, satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita.
Kami menutup sambutan singkat di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yg dalam bahasa Inggris berarti freedom.
Merdeka!
Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta.
lagi antri mbg esem ada yang nongol😭 yuha bilang "makan yang enak ya!", finally ngerasain food truck traktiran hearts2hearts😃🤍 btw ternyata capek wkwkw jompo
#유하#YUHA#이안#IAN