“Teaching is a very noble profession that shapes the character, caliber, and future of an individual. If the people remember me as a good teacher, that will be the biggest honour for me.” — A. P. J. Abdul Kalam
Selamat hari guru untuk semua guru hebat di negeri tercinta
KORBAN MENINGGAL KABUT ASAP🚨
JARAK PANDANG CUMA 10 METER! NEGARA KE MANA? RAKYAT DIPAKSA TUMBAL ISPA!
Rabu, 26 Agustus 2026
Selamat pagi dari Kelurahan Landasan Ulin Timur, Banjarbaru, Kalimantan Selatan! Pagi ini asap bukan lagi sekadar kabut biasa, tapi racun pekat yang merenggut hak paling mendasar manusia: HAK BERNAPAS!
Jarak pandang hancur di angka 10 METER! Mobil dan motor merayap bak di tengah neraka asap. Sementara pejabat sibuk duduk manis di ruangan ber-AC, rakyat di Kalsel dipaksa menghirup bara dan abu pembakaran lahan!
Lihat "hadiah" yang negara biarkan menimpa rakyatnya:
📍 KORBAN JANGKA PENDEK (HARI INI)
• Paru-paru rakyat diground bumbu asap! ISPA, sesak napas, dan mata perih menyiksa anak-anak dan lansia.
• Akses jalan raya lumpuh! Nyawa pengendara bertaruh setiap detik karena jarak pandang yang benar-benar buta.
• Aktivitas ekonomi warga lokal mati suri tercekik polusi.
📍 KORBAN JANGKA PANJANG (MASA DEPAN KAMI)
• Kerusakan paru-paru permanen (COPD) & ancaman kanker paru bagi generasi muda Kalsel di masa depan!
• Kerugian intelektual anak-anak yang terganggu tumbuh kembang dan pendidikannya akibat bencana saban tahun.
• Negara cuma hadir saat nagih pajak, tapi giliran paru-paru rakyatnya menghitam karena elit pemapar lahan, negara mendadak hilang ingatan dan amnesia penegakan hukum!
Sampai kapan Kalsel dijadikan komoditas tumbal industri? Berapa liter racun lagi yang harus masuk ke paru-paru kami sampai kalian tergerak menindak tegas dalang Karhutla?!
Info dari istana: api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa dipadamkan dgn tepung singkong. Aneh, tapi mungkin itu benar asal tepungnya sekian puluh kali lipat dari luasan hutan/lahan yg terbakar yg menurut Menhut (18/8/2026) sdh menjalar di luasan 202.000 hektar. Ayo dicoba.
Jurnalis Tempo, Hendrik Yaputra, bertemu Isidorabembo, warga Kampung Nara, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi korban gempa.
Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, ia mengatakan kampungnya belum mendapat bantuan dari pemerintah meski bencana tersebut telah sepekan berlalu.
Besok jadi narsum bicara e-voting. Mencoblos secara elektronik.
Menurut saya budaya politik kita belum siap. Jangankan pakai e-voting aturan saja semua bisa di-Gibran-kan.
Syarat umur minimal 40 tahun, di-Gibran-kan dengan, boleh tidak 40 asal SEDANG menjadi kepala daerah (Solo).
Syarat pendidikan minimal SLTA, di-Gibran-kan dengan, boleh tidak menunjukkan ijazah SLTA karena sekolah di luar negeri.
Aturan main yang meng-Gibran ini, yang sangat merusak.
Benahi itu dulu, baru kita bicara e-voting.
Salam Integritas!
Setelah kami umumkan nomor WA baru kemarin, nilai sumbangan sudah melewati Rp 3,5 Miliar.
Tetap semangat. Lihat cara berpartisipasi di poster di bawah.
Salam Integritas!
Benar sekali .. manusia yg memanfaatkan el nino untk membuat pekerjaan lebih murah, mudah dan menguntungkan dengan membakar lebih mudah dan lebih masif !!!!! Harus dihentikan !!!!!
Kemarin saya mendapatkan potongan video ini. Sudah mulai ramai beredar di beberapa grup WA.
Bapak Budi Arie Setiadi berbicara di samping Pak Jokowi, "... insting saya ini kayaknya enggak sampai 2029.”
Budi Arie juga berbicara mengenai kemungkinan terjadinya “patahan sejarah”. Mesti siap jika ada patahan? Percepatan? Sayangnya suaranya tidak terlalu jelas.
Ada yang tahu ini pertemuan kapan? Dimana? Kabarnya video baru ya?
Apa pula maksudnya tidak sampai 2029?
Menarik ini kalau ada Pak Jokowi dan Budi Arie berbicara, tidak sampai 2029.
Menurut anda, apa maksudnya ya?
❗️UPDATE KONDISI TERKINI❗️
Kondisi 📍 Jalan Trans Maumere-Ende yang terdampak longsor akibat gempa NTT
Sejumlah titik jalan tertutup material longsor dan reruntuhan
Rekening Bank Mandiri milik aktivis asal Pati, Supriyono, diblokir pada Jumat (21/8/2026).
Padahal, rekening itu menampung donasi warga sebesar Rp80 juta yang akan digunakan untuk demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) mendatang. Kok bisa terjadi? Geser slide-nya sampai habis, ya.
| Narasi Daily
BREAKING
Kebakaran terjadi di kawasan Tallasa City, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin malam (24/8/2026).
Warga Makassar bisa bantu updatenya?
Stay safe ya 🥺
#SalingJagaWarga
Setiap tahun hal yg sama terjadi, kemarau tiba .. bakar.. tahun ini kemarau panjang, kesempatan besar untuk bakar lebih banyak ...biadab
Tangkap pemilik lahan Pak Kapolri @ListyoSigitP@ahriesonta
Yang masih ngeyel kalo kebakaran Kalimantan itu bener-bener karna bencana rutin tahunan lalu mengkambing hitamkan cuaca, El Nino sampe angin.
Nih, Pak Aurélien Francis Brulé atau lebih dikenal Chanee Kalaweit, Ayah dari Andrew Kalaweit seorang Wildlife dan Forest Rescuer asal Perancis-Thailand yang sampe bikin Yayasan buat melindungi Owa dan satwa lainnyaa udah ngespill dari JULI 2026.
I REPEAT!!! ⚠️⚠️⚠️
JULI 2026 📢📢📢📢
jadii ini bencana memang udahh dikoar-koarkan oleh beliau since JULI 2026, tapi malah diancem, gak didengar bahkan ada narasi menyalahkan negara lain. WHAT A LOGIC 😂
Kalo udah jadi bencana besar (karna belom ditetapkan bencana nasional oleh BELIAU) baru saling tuding, yang parah bahkan cuaca dan angin yang gatau apa-apa juga kena tuduh 😂
Bayangkan betapa bahagianya satwa Indonesia jika di setiap pulau besar ada "Om Chanee" yang diberi kewenangan penuh:
Harimau Sumatra punya area cyberpunk-proof sendiri, Orangutan punya sertifikat tanah bebas gusur, dan Anoa tidak perlu deg-degan setiap ada alat berat lewat.
Tapi tentu saja, skenario itu terlalu imajinatif untuk sebuah negeri yang lebih cinta angka PDB daripada keanekaragaman hayati 🐅🦧🦌
Sayangnya Pemrentah kita lebih suka narasi "Sawit Baik" & Beton. Di dunia nyata, pohon sawit dihargai lebih tinggi daripada pohon hutan hujan karena sawit menghasilkan CPO dan devisa.
Hutan primer sering dinilai "menganggur" jika tidak diubah jadi tambang atau perkebunan, sementara beton raksasa dianggap sebagai piala emas pembangunan.
Tapi gimana lagi, emang dasarnya cacat logika.
Sistem Logika Kebijakan kita be like:
Kebijakan konservasi kita sering kali kalah telak oleh izin konsesi.
Konservasi dianggap proyek biaya (cost center), sdangkan eksploitasi alam dianggap sumber pendapatan (revenue center) 🤷♂️
Yaa walaupunn scara realitas, menunjuk satu 'figur sakti' di setiap pulau gakk akan cukup kalo sistem hukumnya masih mungut retribusi dari kerusakan alam. Konservasi kan butuh political will, penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan insentif ekonomi agar daerah yang menjaga hutannya bisa hidup sejahtera tanpa harus babat membabatt. Hehe.
Sekian.
Di Malasya tidak ada yg berani bakar lahan untuk keperluan pembersihan lahan .. di negeri kita pemilik lahan berani dan maunya land clearance pake dibakar .. lebih murah, dan dapat abu/pupuk setelahnya
Kenapa berani disini ? 🤷♀️🤷♀️🤷♀️
Ayok naikin hastag dan bantu up semuanya
Kita perlu berisik untuk negara Indonesia yang terdampak gempa bumi dan kebakaran dimana-mana
#PrayForIndonesia#AllEyesOnIndonesia