ada tulisan cantik bgt, kira2 isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu.”
dikasih tahu sama temen onlineku katanya ada lagu Nadin yang ditujukan untuk ayahnya. terus dengerin ini, DEMMMM liriknya,
“Jika NERAKA tempatku durhaka, ku yakin kau juga kutemu di sana.”
gue ngerti marahnya Nadin kayak apa ke ayahnya, karena gue pun merasa demikian ke ayah gue. bukan kebencian lagi, tapi PERIH nya melebihi apapun.
Disampaikan oleh Nadin; maka akan ku ceritakan kisah tentang aku, Ibu, dan yang mengalir di darahku. Tentang amarah dan reruntuhan yang selalu aku bawa sampai sekarang.
nadin kembali menceritakan hal pahit getir hidupnya, tentang sosok ayah yang “tidak dia maafkan saat hari raya”.
dalam lagu “reservasi untuk dua”, lirik dan pesan yang coba dia sampaikan sangat jujur dan berani:
“dan jika neraka tempatku durhaka, ku yakin kau juga kutemu di sana” yang dia tujukan untuk sang ayah. menjadi bentuk perlawanan terhadap kesedihannya atas semua yang telah dilakukan ayahnya.
siapapun kalian yang juga sedang marah, bisa dengarkan 4 lagu penuh amarah yang tersusun rapi dalam album “laika, yang ditinggalkan”, dipersembahkan secara magis oleh nadin amizah.
Nadin Amizah addresses the misconception that her new album promotes “disobedient children” via Discord:
“I feel like there are so many people around me saying, ‘Why is the story the same?’ It turns out there are so many irresponsible and very absent fathers in Indonesia. And why is it always the child who gets called ‘durhaka’? I don’t think that’s fair.”
PEMBERITAHUAN PENTING🚨🚨
Bambang Setiyawan (59) seseorang penjual cermin di pinggir jalan menjadi korban kericuhan demo pada 27 Agustus 2026
Turut berduka cita untuk keluarga korban 🤲