- Gabriel Martinelli 1 goal
- Gabriel Magalhaes 1 assist
- Kai Havertz 1 goal.
Lalu, jangan merasa klub hebat cuma karena udah juara setelah 22 TAHUN gak juara. Bahkan bisa dibilang klub kamu itu aib big 5 inggris🥰
Trofi UCL/ UEL aja gak punya masa merasa main character sih. Delusional final boss🥺
- Madueke bikin Inggris dapat penalti
- Corner Declan Rice akurat menuju kepala Kane
- Saka asis untuk gol Rashford
2 gol berasal dari corner dan sebuah counter yang diinisiasi Saka
Publik Inggris mengkritik Arteta sampai habis, mereka memberi label haram ball untuk Arsenal.
Lalu, publik yang sama, bersorak ketika gol-gol Inggris berasal dari situasi bola mati di mana pemain Arsenal terlibat di sana.
Jadi, enak, kan bola mati? Makan itu haram ball.
Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk menikmati permainan, merayakan kemenangan, dan tetap setia saat klub sedang terpuruk. Namun di era sekarang, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, SIRIKISME. 😂
Fenomena ketika sebagian suporter atau fans tidak lagi fokus pada perkembangan klub yang mereka dukung, melainkan lebih sibuk memantau, mengomentari, dan berharap klub lain gagal juara. Ketika tim sendiri gagal meraih trofi atau prestasi, perhatian mereka tidak tertuju pada MASALAH klub yg mereka sukai.
Yang menjadi fokus justru berapa banyak trofi yang dimiliki rival, bagaimana cara meremehkan pencapaian mereka, dan kapan momen yang tepat untuk mengejek mereka.
"Padahal, keberhasilan klub lain tidak menghapus sejarah klub kita" 🤝
Jumlah trofi klub yg udah dimenangkan tidak membuat koleksi berkurang satu. Namun bagi penganut SIRIKISME, melihat rival sukses sering kali terasa lebih menyakitkan daripada melihat timnya sendiri gagal.
Cirinya cukup mudah dikenali qo:
1. Lebih hafal kekalahan rival daripada kemenangan klub sendiri.
2. Muncul paling depan ketika rival kalah, lalu menghilang saat rival juara.
3. Menganggap setiap prestasi lawan sebagai ancaman terhadap harga diri pribadi.
4. Menjadikan kebencian terhadap rival sebagai identitas utama fandom.
5. Lebih sering membahas klub lain daripada klub yang mereka dukung sendiri.
Padahal esensi menjadi adalah tentang mendukung, bukan sekadar membenci.
Beberapa orang menonton bola untuk menikmati pertandingan.
Beberapa orang menonton bola untuk melihat pemain favoritnya berkembang.
Beberapa orang menonton bola untuk merasakan kebahagiaan ketika klubnya menang.
Tapi ada juga yang menonton bola hanya untuk menunggu klub lain terpeleset. Dan ketika rival terus berkembang, terus memenangkan trofi, dan terus menciptakan sejarah baru, mereka kehabisan bahan pembicaraan.
Ujung-ujungnya yang tersisa hanyalah membuka kembali arsip sejarah lama, mengulang cerita puluhan tahun lalu, dan hidup dalam kenangan yang semakin jauh dari realitas saat ini.
Masa depan dan sekarang tidak menarik bagi mereka.Karena satu-satunya tempat di mana mereka masih merasa unggul adalah masa lalu.
Kita tau sekarang sepak bola selalu bergerak ke depan. Generasi berganti, pemain berganti, pelatih berganti, bahkan dinasti pun berganti.
Kadang klub kita ada di fase jaya-jayanya. Tapi beberapa moment, klub yang kita cintai masuk kedelam jaman kegelapan atau dark era.
Yang terus hidup dalam nostalgia tanpa mampu menerima kenyataan hanya akan menjadi penonton dari sejarah yang sedang ditulis oleh orang lain.
PADA AKHIRNYA,
Klub juara mengangkat trofi 🏆
Fansnya merayakan pencapaian klubnya 💙🖤
Sedangkan penganut SIRIKISME,
mengangkat arsip, berharap masa lalu bisa mengalahkan kenyataan, menghabiskan waktu mengecilkan trofi, mencari celah untuk meremehkan prestasi, atau berharap keberhasilan itu terlihat tidak istimewa 🥲
Semoga suatu saat, di sisa umur ini, kita bisa ikut dalam kerumunan kebahagiaan ini. Bernyanyi bersama dan merayakan. Saya doakan kita bisa berangkat bersama dan melihat @Arsenal dari dekat.
Amin.
Tak satu pun dari mereka yang memberi selamat kepada kami ketika kami memenangkan Liga Premier kemarin, tetapi mereka gerak cepat untuk mengejek kami sekarang.
Inilah mengapa hampir semua tim di Liga Premier bermain seperti final Piala Dunia ketika melawan Arsenal sementara mereka sendiri berusaha keras untuk memberi jalan kepada City.
Arsenal vs Everyone
*Mengandung bawang* 🥺
Zohran Mamdani, Walikota New York, menulis tentang arti Arsenal Football Club baginya:
“Hubungan saya dengan klub sepak bola ini (Arsenal) dimulai dengan cara yang sama seperti kebanyakan hubungan penggemar dengan tim mereka dimulai: sebelum saya cukup dewasa untuk sepenuhnya memahami apa yang saya hadapi.”
“Ketika saya berusia sembilan tahun, paman saya memperkenalkan saya kepada sebuah tim yang memiliki meriam di bajunya, seorang kapten yang berpengalaman bernama Tony Adams, dan pemain seperti Nwankwo Kanu, yang lahir di Afrika tetapi sekarang tinggal di tempat lain, sama seperti saya. Arsenal terasa familiar bagi saya bahkan sebelum saya mengerti mengapa.”
“Lalu ada manajernya, pria yang awalnya saya kira namanya berasal dari nama klub (INI KITA BANGET MIKIR KEK GIMI JUGA! Wkwkwkw) dan kemudian saya percaya klub itu mungkin dinamai menurut namanya. Arsène Wenger mungkin kadang-kadang kesulitan dengan mantel panjangnya saat hujan, tetapi dia jarang kesulitan memimpin orkestranya. Sepak bola yang dimainkan timnya begitu indah.”
“Tetapi apa yang dulunya hanya nostalgia dan kenangan telah menjadi keindahan yang kita alami saat ini. Kami menang. Kami adalah juara Inggris. Dan kami hanya..." Hanya satu pertandingan lagi untuk dinobatkan sebagai juara Eropa juga.”
musim ini Villa juara Eropa
Palace juga juara
terus pressure dilempar ke Arsenal:
“ayo jangan bikin malu Inggris, semua wakil udah nyumbang trofi”
tapi pas final malah dukung PSG 😭
jadi Arsenal disuruh menang buat Inggris, sambil didoain kalah
namanya juga temen wkwk