Mahasiswa peserta aksi unjuk rasa meminta Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, untuk menemui massa sebagai perwakilan pemerintah guna mendengarkan dan merespons tuntutan yang mereka sampaikan. Permintaan tersebut disuarakan dalam aksi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
🎥Ris
~ @RadioElshinta
For international oomfs, on the day of the Indonesian Military's anniversary last year, our flag that was propped up onto THE national monument of indonesia in Jakarta was torn in half, separating the red from the white.
If this isn't one of God's signs then idk what is 😭😭😭
i was shocked to discover that there are some people who actually can't visualize images when reading a book coz for me, an entire movie is playing out in my head with the perfect cast
makin kesini makin sadar kalo kerja itu cuma bagian kecil dari hidup.
maksudnya whatever happens in work, just let it stay at the office/work space esp. stress/pressure nya yg kadang kebawa sampe rumah: entah itu jadi ngga bisa stay present sama keluarga atau malah jadi marah-marah??
gw paham dan bisa relate. tapi gw selalu ingetin ke diri sendiri jg soal "you are replacable at work, but not at home"
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Ini soal sistem militer yang lagi dilipet seenaknya.
Begini faktanya:
Bagi lulusan Akmil 2011, seharusnya baru layak Letkol sekitar 2034.
Teddy adalah lulusan Akmil 2011, 2026 udah Letkol.
Loncat 8 tahun!!!
Dan ini bukan sekali.
Naik pangkatnya pakai istilah ajaib:
“kenaikan reguler dipercepat”
yang bahkan dikritik analis militer kayak Selamat Ginting sebagai gak ada dalam aturan TNI.
Masalah makin serius:
UU TNI cuma izinkan perwira aktif isi 10 jabatan sipil.
Seskab? Gak masuk.
Artinya?
Kalau mau jadi Seskab, harusnya mundur dulu dari TNI.
Tapi ini enggak.
Lebih aneh lagi:
Jabatan Seskab setara eselon 2.
Harusnya minimal Brigjen.
Sekarang malah cukup Letkol.
Belum cukup syarat, tapi sudah duduk.
Sementara itu:
Perwira lebih senior,
lebih lengkap pendidikan,
masih ngantri.
Pesan yang dikirim ke dalam TNI jelas:
Prestasi kalah sama kedekatan.
Kalau ini dibiarkan,
yang rusak bukan cuma satu orang.
Yang rusak: sistem.
Dan kalau militer mulai longgar terhadap aturan dan bisa dilangkahi,
yang kena dampaknya bukan cuma mereka.
Tapi kita semua.