Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Pantesan nggak ada TNI ternyata demo buzzer, duit pajak di pake buat bayar buzzer demi program laknat, lahan basah koruptor
Dari demo buzzer ini, fix guys, MBG HARUS STOP, koruptor nggak mau kehilangan lahan basahnya
MBG/ KOPDES HARUS STOPPP
#demo#indonesiagelap
orang gerindra : anak sekolah naik perahu ke sekolah buat makan MBG, kalian orang kota tidak tahu yang di rasakan orang desa
mahasiswa UI : lah bukannya bangun jmabatan dulu, kok ngasih makan MBG
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
ketika harga minyak dunia naik
teddy: "harga pertamax naik mengikuti harga minyak dunia"
sekarang harga minyak dunia turun
pertamina: "berdasarkan kordinasi dgn pemerintah, harga pertamax tidak mengikuti harga minyak dunia"
P MAKSUDDD?
Hundreds of students marched in Jakarta, Indonesia, AGAINST President Prabowo’s spending agenda, fuel price hikes, and Prabowo's troubled free meals program.
NO WONDER THE RUPIAH IS TANKING.
Ga ditayangin di tipi Krn media takut ancaman pemerintah. Jadi kite netizen menayangkan berita demo hari ini yg msh berlangsung. Viralkan....gas pol 🔥 🔥
Aneh berita demo ga ada di tv
Dengar nggak? Kalau menterinya minta anggaran Rp5 triliun, dia kasih Rp10 triliun.
Bangganya luar biasa ngomong begitu, seolah-olah itu uang dari kantong pribadi. Padahal itu uang rakyat. Heran, kok bisa merasa gagah saat menghambur-hamburkan uang yang bukan miliknya.
Fun Fact
Mau tau seberapa mengerikan pajak kendaraan di Indonesia?
🇲🇾 Malaysia
UMR = 7,4 juta
Pajak mobil Avanza = 330k/tahun
🇮🇩 Indonesia
UMR = 3,4 Juta
Pajak mobil Avanza = 4 juta/tahun
Pantas aja banyak yg udah kerja keras setiap hari, tapi tetap sulit untuk bisa hidup layak