Walaupun gue fans Manutd, gue lebih rela mancity juara dari pada Arsenal. Ini alasannya, fansnya norak-norak kalau nge-banter kadang suka ga sesuai konteks wkwkwkwkwkwkw
@fearlessbarb13 Ada pesan seorang tua ke saya waktu membahas tentang pernikahan. Menurut beliau menikah itu bukan hanya menyatukan kedua mempelai. Melainkan juga menyatukan 2 keluarga, dari latar belakang yang berbeda. Hal ini masih saya ingat sampai hari ini.
@MiskinTV_ Itu pelecehan, laki laki juga berhak nuntut dan marah. Marah lah. Jangan cuma ngomong klo di balik klo di balik doang. Cowo cewe sama aja klo sudah begini ya namanya pelecehan.
@ChrisWibisana Yap. Baju adat tidaklah salah. Tapi, idealisme penjara yang terbangun saat ini adalah memperingati Kartini sebatas mengenakan baju adat yang dibelokkan menjadi fashion show ala-ala Kartini.
@VikirBaskervl@steroid_druid Harusnya skripsi tidak wajib malah mending banyakin tuh praktek alias entha magang atau pkl (bagi s1) agar mahasiswa tidak harus buat akripsi
S2 dipecah jadi yg memang lewat thesis atau yg cuma pelajaean doang
S3 yg wajib disertasi
Tidak ada skripsi yang layak diperjuangkan mati-matian.
Riset, skripsi atau apalah namanya itu tak sesakral itu sampai layak untuk mengorbankan kesehatan, bahkan nyawa.
Dosen pun harus sadar, skripsi sejatinya hanya tugas akhir bagi mahasiswa, skripsi tak perlu sempurna, karena sebaik-baiknya skripsi adalah yang selesai.
Embege akan sangat bagus jika:
-yang diupgrade itu kantin sekolah
-pemasaknya yang ada di kantin
-dapurnya decenterized tiap sekolah
-beli bahan di pasar terdekat
-ga bakal basi karena ga perlu nganter2
Bukannya bikin dapur katering 2 miliar bonus motor trail sama semir sepatu.
🚨 FUN FACT: Wayne Rooney permah menolak kesempatan bermain untuk Real Madrid pada tahun 2011 setelah Cristiano Ronaldo mendesaknya untuk mengikuti jejaknya.
Tahun itu ia berada di peringkat ke-5 Ballon d’Or, hanya di belakang Messi, Xavi, Cristiano, dan Iniesta.
Anak-anak zaman sekarang tidak akan pernah tahu betapa hebatnya dia sebenarnya 🔝
@LambeSahamjja itulah mengapa aku nikah di usia 29 thn, usia yg katanya kolot buat perempuan menikah. dulu temen byk yg meremehkan. nanya kapan nikah, knp blm nikah. giliran skrg, aku lg menikmati indahnya pernikahan eh mereka udh pd sibuk curhatin kekurangan pasangannya 🫣
@LambeSahamjja So TL DR IMO buat laki: Jadi suami jangan cuma cari duit terus selesai, tapi jadi Ayah dan Qawwam yang juga bisa mengakomodasi impian istri.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.