Satu alasan realistis untuk bertahan hidup:
karena lo belum tahu versi terbaik dari diri lo yang bisa lo jadiin.
Mungkin sekarang hidup terasa mentok, berat, atau nggak ada tujuannya. Tapi hidup tuh dinamis, keadaan bisa berubah, lo bisa berubah, dan dunia juga bisa berubah. Ada versi lo di masa depan yang lebih kuat, lebih puas, dan lebih ngerti makna hidup karena pernah ngelewatin masa kayak sekarang. Bertahan hidup itu kesempatan buat nemuin versi itu.
Kalau belum bisa hidup buat orang lain, hidup aja dulu buat tahu sejauh mana lo bisa berkembang.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi untuk Pertamax dan Pertamax Green per Rabu (10/6/2026).
Jika sebelumnya harga Pertamax (RON 92) Rp 12.300, kini naik menjadi Rp 16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Baca di: https://t.co/0VswaYauMl
ruu polri disahkan: polisi aktif bisa mengisi jabatan sipil, ojk, ppatk. usia pensiun polisi diperpanjang.
NOTHING SURPRISES ME ANYMORE. yaudahlah memang udah didesain menuju kehancuran. cuma sekarang ini ugal-ugalan, sistematis, dan terang-terangan aja.
POINT 1
(Checklist tanpa bukti bukan argumen)
1/2
Kamu bikin checklist panjang, semua centang hijau, tapi mana datanya? "Stok pangan aman" kata siapa? Bulog sendiri akui impor beras kita rekor tertinggi. Kamu pasang centang hijau bukan fakta, itu klaim.
2/2
Logika checklist kayak gini bisa dibuat siapapun utk rezim manapun. Tinggal tulis hal bagus, kasih centang. Pertanyaannya, berdasarkan indikator apa? Sumber mana? Ini propaganda, bukan analisis.
---
POINT 2
(Framing "terlalu dini" utk menutup kritik)
1/3
"Terlalu dini utk menyimpulkan gagal." Lah, udah 8 bulan lebih. Rupiah di atas 18.000. IHSG anjlok. Capital outflow deras. Nunggu kapan lagi utk bilang ada masalah serius?
2/3
Framing "terlalu dini" itu berbahaya karena selalu bisa dipakai kapanpun. Rezim baru 1 tahun? Terlalu dini. 3 tahun? Masih adaptasi. 5 tahun? Lagi konsolidasi. Kritik nggak pernah tepat waktu menurut logika ini.
3/3
Yg bikin Indonesia hancur bukan kritik, tapi kebijakan buruk yg nggak dikritik sejak dini. "Jangan buru-buru" itu bukan sikap bijak, itu sikap membiarkan.
---
POINT 3
(Kurs USD dan MBG bukan isu kecil yg bisa dikesampingkan)
1/3
Kamu bilang jangan gara-gara MBG & kurs USD langsung vonis gagal. Tapi kurs itu sinyal kepercayaan investor pada ekonomi kita. Kalau itu bukan indikator penting, terus apa?
2/3
MBG bukan sekadar program makan siang. Anggarannya ratusan triliun, implementasinya kacau, banyak kasus keracunan, dan manfaatnya dipertanyakan secara akademik. Itu bukan isu sepele yg bisa dilewat begitu saja.
3/3
Dua isu yg dia anggap "terlalu sedikit utk menghakimi" itu justru nyentuh dua hal fundamental, fiskal dan moneter.
---
POINT 4
(Klaim "saya lihat dari dekat" bukan argumen)*
1/2
"Saya lihat dari dekat, semua punya strategi, berkolaborasi." Ini bukan argumen, ini testimoni tanpa verifikasi. Siapapun yg dekat kekuasaan bisa bilang hal yg sama. Proximity bukan objektivitas.
2/2
Justru orang yg "lihat dari dekat" paling rawan bias konfirmasi. Mereka punya kepentingan utk percaya rezim ini baik-baik saja. Yg lebih valid justru data publik, bukan insider feeling.
@MurtadhaOne1 Lingkup Sipil diacak2 Jokowi, lingkup Militer diacak2 Prabowo n Sjafrie. Damn, tinggal nunggu waktu aja sih ini. Benar2 ga takut siksa kubur. Definisi dzolim yang sesungguhnya.
buna dirujak abis-abisan gegara nyenggol mantan menlu. tak tinggal diam, si el-pidato langsung bikin pengalihan isu 'level ultimate' dengan mendepak kepala katering negara.
buat ayang apasih yg enggak 🥰
Kalau kalian 'searching' atau caritahu tentang Bu Nanik Sudaryati Deyang,
Mesin pencari akan memberikan kalian 2 fakta berikut :
1. Ibu Nanik adalah bagian dari tim sukses pak Prabowo pada pemilihan Presiden 2019.
2. Ibu Nanik adalah Orang Pertama yang mengabarkan Hoaks Bu Ratna Sarumpaet ke pak Prabowo.
Bu Nanik yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, ternyata memfasilitasi pertemuan antara Bu Ratna dan Pak Prabowo di kediaman Pak Prabowo, di mana Bu Ratna menangis dan menceritakan skenario bohong tersebut.
Bagi yang sudah lupa, Skenario bohong tersebut yakni Bu Ratna bercerita bahwa ia dikeroyok oleh tiga orang tidak dikenal hingga wajahnya lebam.
Kejadiannya di Area Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Tanggal 21 September 2018.
L’HORREUR ABSOLUE.
À Gaza des enfants palestiniens sont déchiquetés par les forces d’occupation israéliennes.
Ne cessez jamais de parler de la Palestine !