This has made me so angry 😡
Billions of people watching around the world and Argentina decided to start FIGHTING after the final whistle.
Behaving like this at a World Cup Final, absolutely terrible. They should be ashamed of themselves
#ESPARG#WorldCup
🔴 Dünya kupasında kullanılan toplarla ilgili ifşalar gelmeye başladı. Artık önceden sonucu belirlenmiş tiyatroları insanlara izletiyorlar. Yeteneğin değil, elitlerin istediği şeyleri izliyoruz.
fatimah🥺🥺😭😭😭😭😭😭 doa baik dari seluruh rakyat indonesia buat kamu😭😭😭😭 Allah kasih penjagaan aamiin😭😭 semoga gak kapok menyuarakan suara kami😭😭😭
serem bgt njir, beginilah wujud komunikasi negara ke rakyat 😐
Kecaman Sangat Keras dari Pelatih Mesir Hossam Hassan.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Hassan menuding wasit Francois Letexier dan para pemain Argentina.
"Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play. Sebuah penalti dibatalkan dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa untuk potensi penalti kami, bahkan tidak diperiksa sama sekali oleh VAR."
"Gol kedua kami terjadi secara luar biasa, entah karena alasan apa, dianulir. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terhadap wasit yang memicu hasil akhir seperti ini."
"Hidup ini memang tidak adil. Dunia ini tidak adil. Oke, tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini dan cara segala sesuatunya berjalan dalam pertandingan ini."
"Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia di kompetisi ini? Mungkin mereka ingin Messi tetap berkompetisi? Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapatkan keuntungan dari dukungan di setiap level," kata Hassan via France24.
"Saya memberi tahu wasit bahwa apa yang terjadi itu tidak adil. Ini adalah kemenangan yang tidak layak bagi Argentina. Begitu saya kembali ke negara saya dan berada di rumah, saya tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi, karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini."
Mesir kalah 2-3 melawan Argentina meski unggul 0-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
This is probably the biggest scandal in World Cup history.
USA striker Folarin Balogun committed this outrageous foul against Bosnia and was shown a straight red card… but here’s where it gets crazy.
The White House publicly contacted FIFA and the tournament organizers, asking them to lift his suspension. And they actually did. Balogun is now eligible to play against Belgium.
The organizers cited something called a “probation period,” meaning the red card still stands, but instead of serving the mandatory suspension, he’ll only be punished if he commits a similar offense again.
A blatant manipulation of the rules for everyone to see, especially considering red-card suspensions are not supposed to be appealable.
When you’re expelled from school, but your dad is the Principal. 😭
El Club Deportivo Palestino lamenta profundamente el sensible fallecimiento de Saleem Al-Ashqar, arquero palestino de 32 años que defendía los colores del Khadamat Khan Younis y que perdió la vida a manos del ejército israelí.
Nos destroza que hechos como este sigan ocurriendo. Exigimos justicia y paz para #TodoUnPueblo 🇵🇸
After Morocco’s win against the Netherlands, Moroccan player Issa Diop said:
“We are Muslims. We are here for a short time on earth. Everything is about Allah and thanking Him.”
Salah satu ritual wajib para pemain timnas Mesir sebelum bertanding adalah membaca Alquran, termasuk surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas. Seperti halnya yang mereka lakukan di ruang ganti jelang pertandingan melawan Iran.