suka sama kalimat ini :
jangan kejar yang ragu
jangan rawat yang tidak dibalas
dan jangan pelihara yang setengah hati, kamu tidak muda lagi untuk berada di zona itu
Pada akhirnya yang menenangkan bukan lagi “if he wants to, he will”.
Tapi yakin kalau “if God has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way”.
aku ga ngerti kenapa harus bersaing sama perempuan lain buat dapetin cowo.
if he needs options to figure out who he wants, good luck with the selection process.
aku ga ikut, thankss
kebanyakan cewe love languagenya itu quality time + physical touch + act of service. jadi kalau kamu bilang ke dia "i love you" atau ngegombal seribu kali pun itu ga akan terlalu mempan. tapi beda cerita kalau kamu sendiri inisiatif bukain tutup botol, nurunin injakan motor, bantu pasangin/bukain helm, gandeng tangannya, ngelus kepala, excited dengerin ceritanya, ga sibuk main hp pas waktu ketemu dan hal sederhana lainnya. emang sederhana sih, tapi itu cukup buat dia happy, salting dan ngerasa disayang.
Bagaimana untuk tetap rendah hati dan membumi?
Bertemu lebih banyak orang.
Keluarlah, ikut event, kenalkan diri dengan orang terutama di luar lingkaran pertemananmu. Kamu akan tau bahwa selalu ada orang yang kuat, lebih cepat, lebih pintar, lebih cantik, lebih hebat dari kamu.
Pesan buat para perempuan.
- Tetaplah single sampai ketemu pria yang effortnya bisa ngalahin effortmu ke dirimu sendiri.
- Yang memperlakukanmu dengan baik tanpa harus diminta.
- Yang hadir bukan cuma saat butuh, tapi juga saat kamu butuh.
- Yang konsisten, bukan cuma manis di awal.
- Yang nggak membuatmu mempertanyakan posisi dan perasaanmu.
- Yang bisa memimpin tanpa merasa perlu mengontrol.
- Yang menghargai batasan, waktu, pekerjaan, dan impianmu.
- Yang kalau punya masalah, memilih komunikasi daripada menghilang.
- Yang nggak cuma ingin dicintai, tapi juga tahu cara mencintai.
- Yang nggak mencari perempuan untuk mengurus hidupnya, tapi ingin membangun hidup bersama.
- Yang membuatmu merasa aman menjadi dirimu sendiri, bukan sibuk membuktikan bahwa kamu layak dicintai.
- Yang melihatmu sebagai pasangan, bukan sebagai pelayan, ibu kedua, atau proyek untuk diperbaiki.
Karena menikah bukan tentang siapa yang paling cepat mendapatkan pasangan.
Tapi tentang menemukan seseorang yang membuatmu berpikir:
"Untung aku dulu sabar menunggu."
girls, minimal sekali seumur hidup cobain menjalin hubungan sama dominant man, yg punya provider mindset and give you princess treatment. yg bisa mengeluarkan sisi feminine kamu, bisa bikin kamu jadi cewe seutuhnya, jadi cewe yg manja dan centil. sejatinya ga ada namanya cewe dominan kalo cewe itu masih dominan berarti emang cowonya aja yang belum bisa memimpin. men needs respect and women needs love. se alpha apapun cewe bakal jadi feminine kalo ketemu cowo yang know how to treat their own partner.
suatu saat kamu bakalan capek jadi versi paling pengertian. mengerti dia sibuk. mengerti dia trauma. mengerti dia belum ready. terus siapa yang ngerti kamu? siapa yang jaga hatimu pas kamu terus diminta sabar?
kenapa perempuan dari keluarga yg penuh luka, mungkin akan lebih menyayangi lelaki yang hadir di dalam hidupnya, karna dia bukan sekedar mencari pasangan.
dia sedang mencari “rumah” krna selama ini dia gagal berlindung di rmh pertama nya(keluarga).
jadi kalau akhirnya ada seseorang yg membuat dia tenang, aman, didengar, dihargai dan diterima, jangan bingung kalau dia mencintai nya sebegitu nya, krna bagi dia, lelaki itu bukan sekedar seseorang yg dia cintai.
dia adalah tempat “pulang" yg selama ini dia cari.
untuk perempuan yang ga sengaja baca ini.
semoga kamu menikah dengan orang yang akan selalu memilih kamu berulang kali, yang akan selalu memperjuangkan dan mengusahakan kamu di depan keluarga dan semua orang.
dari banyaknya cinta yang dirayakan, semoga kamu termasuk salah satu didalamnya.
@my4prila@amourphelia Keluarga pihak laki" emg rata" ya sebagian rata" meski gk semua emang rada" 😂 Anaknya begitu dibantu sembunyiin dinormalisasikan dibela. Coba bayangin di keluarga mereka kan ada perempuan juga bayangin kalo anak perempuan mereka diperlakukan sama apa gk nohok
Nemu kata-kata bagus ini di apps sebelah: “The right person doesn’t give you butterflies. They give you deep sleep.”
Relate banget, karena makin ke sini yang kucari dalam hubungan bukan lagi rasa deg-degan atau excitement yang berlebihan. Lebih ke rasa aman, tenang, nggak harus terus menebak-nebak perasaan seseorang atau mempertanyakan posisi kita di hidupnya.
Mungkin setelah melewati banyak hal, akhirnya sadar kalau hubungan yang baik itu nggak selalu harus ada butterflies, mungkin cukup ada rasa aman sampai akhirnya kita bisa tidur dengan tenang, tanpa takut besok semuanya berubah