jadi ibu ini mewakili anaknya ke lokasi #demo karena anaknya yang sedang kuliah di luar negeri, KALO ADA BUZZER bilang massa hari ini bayaran, orgilll luu !!
masa pake tas chanel mau nerima 70k 😭😭😭
Isi wawancara Sudaryono dengan denny sumargo:
1. Soal UGM:
- Acara sudah jalan 40 menit baru digeruduk
- Tetap stay di panggung mau dengar tuntutan mahasiswa
- Sempat selawatan buat tenangkan suasana
- Dihadang di mobil, akhirnya duduk di aspal dialog langsung
- Klaimnya mayoritas peserta UGM mau dialog, hanya segelintir yang rusuh
- ini di tunggangi pihak pihak
2. Soal Pesta Babi:
- Bantah narasi seluruh Papua menolak hanya segelintir - tidak nyampe 1 % yang tidak setuju
- Lahan adalah rawa mineral, bukan hutan besar
- tidak ada hutan sama sekali
- tantang siapa saja pergi ke Merauke lihat langsung
3. Soal komunikasi:
- Gap besar antara pemikiran pemerintah dan rakyat
- pemerintah bicara data, rakyat bicara emosi
- rakyat di kasih data malah marah
- tidak di kasih data minta data kan aneh
- Algoritma medsos lebih suka konten emosional daripada fakta
4. Soal Prabowo:
- Prabowo disebut "suffering of knowing"tahu terlalu banyak, susah dipahami publik
- rakyat tidak mengerti prabowo
- prabowo itu 10 langkah di depan rakyat
- udah mikirin semua matang matang
- Tidak emosional dalam ambil keputusan
- selalu bijak dalam mengambil keputusan
- orang terbijaklah yang pernah ada
Baca selengkapnya: https://t.co/2kUajEy844
Dalam kunjungan ke NTT, Wapres Gibran Rakabuming Raka menilai program MBG akan lebih tepat sasaran jika difokuskan di daerah 3T.
~MS #Gibran#daerah3T#MBG
foto ketiga tuh lucu bgt jir kayak "is he deadass?" saking ngaconya contoh yang dikasih narasumbernya, tf u said anak ke sekolah naik perahu belum makan jadi lapar butuh mbg, BENERIN dulu akses ke sekolahnya lil bro, gitu aja gak nyampe, baca skala prioritas aja gagal😭
Kata Messa (Ketua Serikat Mahasiswa UGM) soal kejadian di UGM :
- Acara dianggap bukan diskusi tapi sosialisasi/searah
- hanya narasi keberhasilan pemerintah
- kami ini mahasiswa penerus bangsa
- tidak mungkin kami mau melihat bangsa ini hancur
- tidak ada ruang tukar pikiran
- Rundown tidak ada sesi tanya jawab dari awal
- jadi mahasiswa tidak menunggu
- Komposisi narasumber tidak berimbang
- semua pejabat pemerintah,
- tidak ada akademisi atau perwakilan mahasiswa
- narasumber semua penjilat prabowo
- Tidak ada undangan resmi ke Serikat Mahasiswa UGM
- Aksi di GIK adalah ekspresi ketidakpercayaan, kekecewaan, dan kemarahan terhadap pemerintah
- Banyak mahasiswa kini di-doxing, diprofiling, dan diikuti setelah aksi tersebut
- Demo akan terus berlanjut selama masalah belum diselesaikan pemerintah
Dari wawancara ini Mahasiswa UI dan DPR ini,
ternyata selama ini mereka tau masalah besarnya di mana, untuk memajukan bangsa Indonesia.
Tapi kok solusinya malah melencengggg,
- Tau masalah Jembatan rusak : solusinya makan
- Tau masalah Jalan rusak : solusinya makan
- Tau masalah Sekolah rusak : solusinya makan
- Tau masalah Guru honorer menderita gaji 300rb : solusinya makan
Analoginya gini,
Bayangin lagi naik motor tapi bensinnya habis.
Dikasih 2 pilihan antara SPBU buat isi bensin atau warung makan buat makan tapi lebih memilih buat makan di warung makan biar lebih semangat dorong motor!!!!
Rip logika sehat
Fakta menyedihkan di negeri ini:
Bangunan Kopdes dan dapur-dapur MBG dibangun lebih cepat, sementara banyak bangunan sekolah dan akses menuju sekolah yang rusak lama sekali perbaikannya.
Seorang emak-emak muncul berteriak saat mahasiswa sedang mengadakan aksi :
"Rakyat tidak butuh MBG, MBG racun bagi anak-anak.. rakyat butuh perlindungan, pendidikan gratis, sandang pangan murah, kesejahteraan bagi anak cucu kami !! "
Iniloh pentingnya akademik, semua bisa dicegah kalo dari awal tuh perencanaannya bener bener digodok mateng mateng pake metode yang pasti, gak asal oke gas aja