Guys, Reuters baru merilis detail yang selama ini tidak diketahui publik tentang Pemimpin Tertinggi baru Iran.
Mojtaba Khamenei yang baru saja menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran mengalami luka berat di wajah dan kaki dalam serangan yang sama yang menewaskan ayahnya.
Dan dia saat ini masih dalam proses pemulihan.
Kenapa ini penting untuk dipahami:
Selama ini kita hanya tahu bahwa Mojtaba naik menggantikan ayahnya.
Tapi informasi soal kondisi fisiknya hampir tidak ada di ruang publik.
Sekarang Reuters mengkonfirmasi wajahnya mengalami kerusakan serius dalam serangan itu. Kakinya juga terluka berat.
Dan dia belum pulih sepenuhnya.
Ini menambah dimensi baru dalam membaca pernyataan-pernyataannya:
Beberapa hari lalu Mojtaba mengeluarkan pernyataan tertulis pertamanya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran tidak mencari perang, tapi tidak akan melepaskan hak-hak legitimnya.
Pernyataan itu dikeluarkan dalam kondisi dia sedang dalam pemulihan dari luka yang cukup serius.
Bukan dari posisi seseorang yang duduk nyaman di kantor.
Tapi dari seseorang yang baru selamat dari serangan yang membunuh ayahnya dan masih menanggung luka fisiknya.
Dan ini yang perlu dibaca dengan hati-hati:
Ada dua cara membaca kondisi ini.
Pertama pemimpin yang terluka secara fisik dan kehilangan ayahnya dalam serangan yang sama bisa menjadi lebih moderat.
Dia sudah merasakan langsung biaya dari konflik ini.
Dia punya alasan personal untuk menginginkan perdamaian.
Kedua pemimpin yang terluka dan kehilangan ayahnya dalam serangan yang sama juga bisa menjadi lebih keras.
Luka itu bisa menjadi bahan bakar untuk sikap yang tidak mau berkompromi.
Tidak ada yang mau terlihat lemah setelah selamat dari serangan semacam itu.
Mana yang lebih dominan dalam diri Mojtaba gue tidak tahu.
Dan tidak ada yang tahu dengan pasti.
Yang lebih mengkhawatirkan dari sisi operasional:
Pemimpin Tertinggi Iran adalah otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran di atas presiden, di atas parlemen.
Semua keputusan strategis besar melewatinya.
Kalau dia masih dalam pemulihan dari luka berat siapa yang sebenarnya menjalankan keputusan-keputusan itu sehari-hari?
Apakah ada struktur yang cukup solid untuk memastikan keputusan berjalan dengan baik di tengah kondisi kepemimpinan yang sedang dalam transisi dan pemulihan fisik?
Ini bukan pertanyaan yang ada jawabannya di ruang publik.
Tapi ini adalah pertanyaan yang sangat relevan ketika negosiasi sedang berjalan di Islamabad dan dunia menunggu Iran untuk memberikan jawaban konkret soal Selat Hormuz.
Dan ini yang paling gue ingat:
Seluruh krisis Selat Hormuz yang sudah berlangsung berminggu-minggu ini 230 kapal tanker terjebak, ranjau tak terlacak di dasar selat, harga minyak melonjak, APBN negara-negara Asia tertekan semua ini berjalan di bawah kepemimpinan seorang pria yang wajahnya baru saja mengalami kerusakan serius dan kakinya masih dalam pemulihan.
Bukan pemimpin yang duduk dari posisi kekuatan penuh.
Tapi pemimpin yang mencoba menstabilkan negaranya dari posisi yang secara fisik pun belum stabil.
Untuk konteks negosiasi yang sedang berjalan:
JD Vance ada di Islamabad.
Trump menuntut pembukaan selat yang lengkap, segera, dan aman.
Iran tidak bisa memenuhi itu karena ranjau yang hilang.
Dan di atas semua itu Pemimpin Tertinggi yang harus memberikan persetujuan akhir masih dalam pemulihan dari luka berat.
Ini bukan kondisi yang membuat negosiasi menjadi lebih mudah.
Para aktivis anti-zionis membakar pabrik senjata milik israel di Republik Chech!
Sebuah kelompok bernama “Earthquake faction” menerobos masuk ke pabrik milik produsen pertahanan israel, Elbit Systems Ltd., dan membakar seluruh kompleks tersebut.