Kita bukan musuh, kita hanya pion di papan catur yang sama.
Api kebencian yang kita nyalakan dengan percikan kata-kata hanyalah bahan bakar bagi mesin bisnis mereka.
Rivalitas bagai komoditas, diperjual belikan ketika rivalitas mulai memanas.
Kurang lebih satu dekade terakhir, ada fenomena menarik dari kultur di tribun laga kandang.
Kalo sebelumnya tribun didominasi warna oranye, belakangan mulai muncul warna-warna lain kaya hitam, merah, sampe kombinasi warna cerah yang lebih ekspresif.
Warna menjadi simbol identitas, ideologi, dan cara berekspresi di stadion. Apakah ini bentuk evolusi kultur di tribun?
Akan hadir di JakOnline.....🎥⏳