Doomsday arrives December 18th.
Experience Avengers: Doomsday on bigger, brighter, & more immersive screens. Tickets are now on sale exclusively for Infinity Vision certified theaters: https://t.co/2HHPv9pj8t
Hobinya seremonial dan kasi sambutan.
Kalo dikritik, tersinggungan lalu gas ke wa pribadi menuju doxxing.
Kerja nomer dua, nama baik adalah utama
Kalo melaju pake kendaraan, harus dikasi jalan
Kalo berobat harus dikasi spot terdepan.
👍
Top KOE
SING LIYANE BENG2
Frank Alexander, anak Hotman Paris meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan ayahnya, yang menjadi kuasa hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Frank Alexander: "orang miskin itu cuman dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention"
Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
Diberhentikannya penyelidikan dapur sppg oleh kejaksaan seprti memberi angin dan menjadikan panggilan untuk para kaum presisi 86 kembali ke sawah atau dapur.
Inspired by legendary album cover The Clash London Calling, OLGRKNG rilis band baru The Cops - Paddy Calling!
Yes saatnya kembali ke sawah!
The deal has been made🤝
Setelah kasus Febri dilimpahkan dari Polri ke Kejaksaan, sekarang Kejagung stop pemeriksaan SPPG.
Sungguh bangsa yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan penyelesaian masalah secara musyawarah mufakat😌😌
Kami mengapresiasi dan menaruh hormat setinggi-tingginya kepada apa yang dilakuken oleh Ketua DPM Universitas Mataram. 🔥🔥🔥
Dalam rekaman, sikap cuek presiden tua delusional itu jelas tanda bahwa ia malah mengkerdilkan marwahnya sendiri. Jijik.
Cafe di Cipete itu legalnya dibawah PT Declan Kulinari Nusantara. Perusahaan ini share holdernya Don Ritto dan Nurman Herrin, keduanya teman kampus, satu almamater dengan Febrie saat kuliah dulu. Kebetulan? Mbuh..
*Buzzer parcok pasti pada kumpul di sini. 🫤
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Kejati Jateng udah 3x tegasin ke media: ini BUKAN pemeriksaan pidana.
Cuma pengumpulan data & keterangan on the spot ke semua SPPG , bukan cuma punya Polri, semua yayasan pengelola dapur MBG.
Perintah langsung dari pusat, serentak, katanya "biar gak ada tebang pilih."
Tapi baca lagi surat Propam Polda Jateng yang saya bahas kemarin: larangan hadiri "panggilan," wajib lapor materi pertanyaan penyidik ke Kabidpropam.
Kalau ini betulan cuma "pendataan biasa," kenapa direspons kayak lagi ada penggerebekan?
Salah satu yang harusnya nunggu proses ini kelar dengan tenang: Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan, udah jadi tersangka MBG sejak 1 Juli , pas hari yang sama Prabowo muji SPPG Polri "yang terbaik" di HUT Bhayangkara.
Duit hasil referral shopee bisa masuk database pajak.
tapi emas 74kg dan uang ratusan miliar tidak terdetekai sama sekali.
The real underground economy.
Dibanding ngubek2 UMKM, mending DJP cek semua keuangan + gaya hidup anggota TNI + Polri + Kejaksaan beserta keluarga.
Pasti bisa dapat banyak😂
Elu tau gak kenapa Riza Chalid yang korupsi TPPU minyak mentah Pertamina Juli 2025 kemarin sulit ditangkep? Sini-sini wkwk 😹
Publik selama ini nganggep kasus Timah (Rp300 triliun) itu yang paling gede. Tapi ternyata kasus tata kelola minyak mentah Pertamina (2018-2023) yang lagi diusut Febrie nilainya Rp285 triliun anjir hampir nyamain Timah. Dan ini baru kasus resmi, belum termasuk yang masih berkembang 😳
Kasus inilah yang ngelibatin Mohammad Riza Chalid, yang menurut laporan selama lebih dari satu dekade kerap disebut dalam pusaran tata kelola energi nasional tapi nyaris tak pernah tersentuh hukum. Sekarang dia jadi tersangka dan buron, dikejar sampai lewat Interpol.
Nahh Febrie itu Jampidsus-nya, alias pimpinan penyidik yang justru mengejar Riza Chalid. Riza itu tersangka di kasusnya Febrie, bukan kenalan atau rekan Febrie.
Febrie sendiri ngaku ke DPR bahwa penyidikan kasus ini susah banget karena banyak transaksi dan aset tersangka ada di luar negeri, sampai ada belasan saksi yang nolak diperiksa di Indonesia dan minta diperiksa di sana kebayang gak, level pengaruh orang-orang yang terlibat sampai bisa milih mau diperiksa di negara mana 🤯
Ini kasus mafia migas yang jejaknya ditarik balik sampai era Petral (dibubarkan 2015 di era Jokowi lewat Sudirman Said), tapi baru sekarang, di 2026, tersangkanya beneran ditetapkan.
Artinya ada kekuatan/aktor yang selama satu dekade lebih berhasil aman dari jerat hukum baru sekarang mulai kebongkar. Nahh siapa tuh?
Soalnya makin Febrie ngoyo ngejar orang sebesar Riza Chalid (yang jaringannya udah 10+ tahun aman), makin besar juga kemungkinan tekanan balik yang dia terima dari lingkaran kekuasaan Riza.
Kombinasi dari semua ini (Pertamina, Timah, penggeledahan kafe Febrie kemarin) seolah ada sebuah tanda. Makin dalam Kejagung gali sektor energi & tambang, makin gede juga tekanan politik yang muncul balik ke institusi itu sendiri.