Indo mending raup pangsa pasar artist kontroversial (selama bukan penista agama Islam wk).
Contoh Kanye. Artist ini punya fans, tapi tempat ngonsernya terbatas karena dia aja dibanned dari Aussie.
Yaudah suruh ngonser aja di Indo. Kemenpar fokus kasih kemudahan izin buat promotor. Mayan tuh narik turis asing.
Tinggal cek siapa lagi yang kontroversi tapi punya fans banyak, undang ke Indo.
Kita ga punya capability ngelobi kayak Singapore, tapi kita punya skill yang tidak dimiliki negara lain: TEBEL MUKA.
Manfaatin ini jadi positioning creative tourism di Indonesia.
Siapa lagi sih artist kontroversi selain Kanye?
apakah ini rumah dia di jakarta? karena di review google maps ada foto si Mas'ud
lokasinya di Jl. Tebet Utara I No.25, RT.1/RW.2, Tebet Tim., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12820
BREAKING NEWS‼️
danantara akhirnya buka-bukaan kalo separuh lebih BUMN kita isinya cuma beban yang ngerugiin negara puluhan triliun tiap tahun
COO Dony Oskaria ngaku dari 1.074 BUMN ada 52 persen yang boncos dengan total kerugian tembus 23 Triliun per tahun
parahnya lagi, 97 persen setoran dividen ke kas negara faktanya cuma ditopang sama 8 perusahaan doang
sisanya nyumbang pemborosan bisnis sampe 2 miliar dolar setahun sampe bikin dia mikir mending bubarin sisanya dan urus 8 biji itu aja
herannya ini ribuan kursi komisaris titipan yang digaji ratusan juta kerjanya ngapain aja?
giliran ada dividen ga disetor ke negara, pas tekor gak ada yang dipidana dan tinggal tembel lagi pake duit rakyat
@awkarin Gw born & raised in Jakarta, berkarir pun di Jkt gak pernah haus validasi begini 😂
Gak penting lo lahir dan tumbuh dimana.
Yang jelas lo ada di barisan mereka.
Go to hell, bitch! @awkarin
Kalau Gibran itu cerdas, Yakin nggak akan ada yg peduli dia tamat SMA atau enggak..
Persoalannya Gibran itu anak bodoh yg dijadikan pemimpin sama mayoritas Pemilih Tolol di negeri ini ..
Sulit ngeframing anak bodoh terlihat pitar.. casing nya aja idiot
Gue yang bakal mulai dulu report dan cancel orang ini dengan cara mengirimkan email dan bukti harrasment transpuan di thailand ke kantornya di NYC.. Menurut gue kalian yang termasuk ke queers community harus berani berserikat dan mengambil langkah yang sama kaya gue.
Why post it on this account and not your YouTube? You mannerless pig. We all saw how gleefully you mocked the person trying to earn a living on your channel to your nearly 1 million subscribers.
Kesan-kesan nonton EMPAT MUSIM PERTIWI
Ada yang menurutku menyenangkan (atau menggugah) tapi ada juga yang terasa tanggung di film ini. Tanggung atau mungkin tepatnya terlalu banyak, terlalu dirumitkan, dan terlalu memutar-mutar. Salah satunya, misalnya, ada begitu banyak tokoh sampingan di film ini yang pada akhirnya tidak terlalu digali atau malah tidak berfungsi atau bermakna apa-apa. Satu babak tentang tokoh utama dan kawan-kawannya di penjara itu terasa mubazir dan gak membawa faedah apa pun dengan cerita utama (mau nunjukin kalau di penjara, para perempuan saling mendukung, berteman, solidaritas, gitu?); aku tahu ini mungkin dibutuhkan untuk plot cerita (bantu si tokoh), tapi apa perlu dipanjang-panjangkan sampai satu sub-bab cerita sendiri.
Belum lagi unsur-unsur klenik (atau fantasi? simblois?) yang terasa tanggung digali dan pada akhirnya tidak terlalu bicara apa-apa (singa jejadian itu misalnya, melambangkan apa? ketakutan si tokoh? kemurkaan si tokoh? atau UFO itu, melambangkan apa? pembebasan si tokoh?) Berkali-kali aku harus membandingkan dengan unsur-unsur mistis/simbolis di film-filmya Apichatpong atau "Post Tenebras Lux" (tapi di film-film tersebut bagian mistis tersebut kuat, jelas posisinya). Bagusnya bagian-bagian klenik/fantasi/simbolis ini: si sutradara jadi punya ruang untuk bermain-main dengan ranah visual (bagian hantu yang badannya bersinar jalan di antara pohon-pohon itu Apichatpong banget, "Post Tenebras Lux" banget).
Dari segi cerita mau gak mau aku selalu membandingkan dengan "Promising Young Woman": sebagai sama-sama cerita tentang pasca-pemerkosaan. Bedanya di awal sampai paruh akhir tokoh film ini kayak gak tahu mau ngapain sama nasib dia (tapi dia mau menyelamatkan orang-orang "tersingkirkan" di desa itu); sementara tokohnya Carey Mulligan tahu sejak awal mau apa, dan cerita filmnya pun tahu sejak awal mau diarahkan ke mana, dan kita penonton pun tahu arah itu. Gampangnya: "Empat Musim Pertiwi" di sepanjang durasinya gamang dan galau, dan akhirnya bingung, mau jadi cerita pembalasan dendam, beda sama "Promising Young Woman". Bukan berarti "Empat Musim Pertiwi" harus jadi cerita pembalasan dendam sih, tapi minimal harapannya jadi cerita yang punya arahan kuat.
Namun demikian, penyutradaraan film ini apik. Bahasa visualnya (seperti yang sudah kubilang di atas) jos banget (meski lagi-lagi, ngingetin sama Apichatpong banget, dan gak ada salahnya juga). Aktingnya juga patut diapresiasi (aku gak akan debat soal logat jawa mereka karena aku bukan wong Jowo).
Aku lebih suka "Nana".
3/5 aja. Aku baik hati kok.
Maaf kalau aku keliru ya, jangan dibuli please.
gua udah ga suka ama ni orang pas review european business yang emang kebanyakan model seat nya begitu, tapi dia review nya seolah2 dia kena scam, maksud gue…as a content creator musti nya dia research dulu ga si nyet…
apa coba relevansinya "ati2 belanja di pasar ini karena cowo bisa jadi cewe" when ketika belanja dia dilayani ya selayaknya pembeli. Bahkan dikasih kembalian yg kelebihan. Kecuali ati2nya tu ati2 riskan dicopet atau ditipu sampe rugi bandar. Norak buset ni cowo 🙄