Siapapun dia, mau seperfect apapun dia, pasti masih banyak kekurangannya, karna pernikahan adalah "pelajaran memaafkan seumur hidup". Pastikan tolak ukur kamu untuk menikah bukan karna cakep, kaya, pinter, dan sebagainya, tapi karna kamu siap memaafkan dia seumur hidupmu.
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
@rayrestufauzi dua kali kerja di tempat yang didoakan (didoakan ketika proses), alhamdulillah dua duanya tembus. tapi pas dijalanin lumayan berat. ngerasa bersalah karena maksa
Kenapa anak muda sekarang bisa kena stroke?
Banyak yang kena stroke bukan karena lemah.
Tapi karena terlalu lama merasa kuat.
Makan asal, tidur rusak, stres ditahan.
Gula naik, tensi naik, kolesterol numpuk.
Tapi badan masih bisa diajak kerja.
Masalahnya bukan hari ini.
Tapi akumulasi bertahun tahun
yang kita anggap
“nanti juga beres”.
Penyakit berat jarang datang mendadak.
Yang mendadak itu kesadarannya.
Biasanya setelah kejadian.
(Renungan Untuk Diri Sendiri)
1. Opini org lain gk mendefinisikan siapa km
2. Ada 8M org di dunia, gausah takut kehilangan temen cm krn ngecut toxic ppl
3. Perasaan org lain bukan tgg jawab kita, emg mereka begitu ke perasaanmu?
4. Klo km boleh gasuka sama orang, knp kesinggung ada yg ga suka sama km?
5. Kebanyakan ovt terjadi krn skenario fiksi berlebihan yg kita buat2 di kepala, padahal belum tentu terjadi
6. Hampir semua skenario fiksi tsb TIDAK PERNAH terjadi.
7. Begitu km ga merasa punya kontrol over anything, saat itulah km akan tenang menjalani hidup.
8. Fokus secara maksimal apa yg bisa km pegang skrg, sisakan selebihnya yg di luar kontrol pada Tuhan.
9. Gmn km melihat dirimu lah yg mendefinisikan siapa kamu. Berhati-hatilah berbicara pada diri sendiri.
10. Semua manusia boleh membencimu, tp jangan sampai dirimu sendiri yg melakukannya.
11. Jantungmu berdetak sejak di dlm perut ibu hingga skrg tanpa km bayar seharusnya cukup jd bukti bahwa setidaknya ada satu yg menyayangimu begitu tulus tanpa syarat 🥺🫶🏻
Don’t joke with this Du’a;
Ya Allah, please protect me from making decisions that I will regret. Grant me clarity in my thoughts and guide me towards what is best for me. Keep me grounded in faith and help me trust Your plan, even when the path seems uncertain.
If a woman is available to you, anytime you call, she is there. Anytime you meet a person, she is there. You text her, she replies. You call her, she picks up. She is 100% committed to you, available to you. Don't take her for granted.
As often we only realize people's value when we lose them. Don't lose a good woman who is always all available. The fact that she's reliable and always there does not mean she's cheap.
It does not mean that she has no friends or social life. It just means that she consistently takes time out of her day for you. She has reserved the space in her heart for you.
The day that good woman turns her back on you, you will understand the difference between hot water and cold water.
To whom the brain is given, sense is expected. Take advantage by loving that woman with all of your heart, because good women are scarce. Cherish her before someone else recognizes her worth. And remember, consistency is a sign of love, not weakness. Hold on tight to a loyal woman, because once she's gone, you'll regret you let her slip away.