Truelly friend
Di wingit hutan itu panjenengan berada.
Pada labirin super licin
Di tengah kumpulan awan tanpa cahaya.
Di tubir jurang menganga.
Diantara kabut kalut.
Di pinggir bebatuan mringis.
Saat hujan lebat menghujam
Aku dimana ?
Disamping panjenengan.
Gua digibranin
Kita berendeng tertawa dan tergelak bersautan.
Sampai aku paham senyum dan tawamu ternyata senjata tanpa kata.
Hingga parang kau hujamkan pada jiwa yang paling dalam.
Cilaka
Aku terluka
Aku pun tetap setia bercerita, ada cidera yang ku izinkan menganga.