Banda Aceh – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai pelepasan pegawai BPKP Aceh yang mendapat penugasan baru. Selamat bertugas kepada M. Fachruddin Lubis dan Siti Sardima di BPKP Bengkulu serta Jumadi di BPKP Sumatera Utara. Semoga sukses dan terus menginspirasi.
Langsa – BPKP Aceh mendampingi PT Pelabuhan Kota Langsa dalam penerapan manajemen risiko guna memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kinerja BUMD. Kegiatan mencakup penyusunan risk register, mitigasi risiko, serta penguatan perencanaan bisnis yang berkelanjutan.
Banda Aceh (30/05/2026) – BPKP Aceh menggelar upacara peringatan HUT ke-43 BPKP. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat Hadir Bermanfaat dalam mengawal akuntabilitas pembangunan.
Banda Aceh (29/05/2026) – Dalam rangka Iduladha 1447 H, BPKP Aceh menyembelih 4 sapi dan 1 kambing. Daging kurban disalurkan kepada lebih dari 300 penerima manfaat sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama. #BPKPAceh#Iduladha1447H#BPKPBerbagi
BPKP Aceh melaksanakan validasi Evaluasi Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Penganggaran Daerah pada Pemkab Aceh Barat. Fokus evaluasi mencakup kemiskinan, stunting, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan guna mendorong pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Banda Aceh – Itdam Iskandar Muda berkonsultasi dengan BPKP Aceh terkait tata kelola pembangunan jembatan darurat. Sinergi ini bertujuan memperkuat akuntabilitas, tertib administrasi, dan kualitas pelaksanaan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat.
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan asistensi penerapan manajemen risiko pada BLUD RSUD Meuraxa yang diawali dengan pemaparan Area of Improvement (AoI) berdasarkan hasil evaluasi tingkat maturitas manajemen risiko tahun sebelumnya.
Kegiatan ini disambut oleh Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Meuraxa, Darwis, SKM., M.Kes., yang berharap asistensi tersebut dapat memperkuat pemahaman dan implementasi praktik manajemen risiko secara optimal di lingkungan rumah sakit.
Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong transformasi penerapan manajemen risiko agar tidak hanya menjadi tanggung jawab unit tertentu, tetapi menjadi budaya kerja di seluruh lini organisasi. Berbagai langkah strategis mulai dilakukan, mulai dari penyesuaian regulasi internal hingga penguatan fungsi pengawasan oleh Dewan Pengawas.
Melalui asistensi ini, diharapkan RSUD Meuraxa dapat terus menjaga konsistensi penyelarasan perencanaan dan penganggaran berbasis risiko guna mendukung pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan berkualitas.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan Entry Meeting Asistensi Penerapan Manajemen Risiko pada PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan daerah yang baik dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Pengendali Teknis BPKP Aceh, Mardalena, dan dihadiri oleh Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda), Habibillah, S.E., beserta jajaran manajemen perusahaan.
Penerapan manajemen risiko menjadi langkah strategis dalam mendukung efektivitas proses bisnis perusahaan melalui kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) dapat memperkuat implementasi manajemen risiko secara terstruktur sehingga mampu mendorong tata kelola perusahaan yang lebih akuntabel, efektif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan Entry Meeting Asistensi Penerapan Manajemen Risiko pada Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan daerah yang baik dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Perumda Tirta Aneuk Laot, Eddy Husnizal, S.T., beserta jajaran manajemen perusahaan.
Penerapan manajemen risiko menjadi langkah strategis dalam mendukung efektivitas proses bisnis perusahaan melalui kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang dapat memperkuat implementasi manajemen risiko secara terstruktur sehingga mampu mendorong tata kelola perusahaan yang lebih akuntabel, efektif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Dalam rangka menyambut HUT ke-43 BPKP, Perwakilan BPKP Aceh menggelar kegiatan “BPKP Berbagi” dengan menyalurkan tali asih kepada santri di Pesantren Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur (BTRG), Banda Aceh (20/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial BPKP Aceh kepada masyarakat, khususnya para santri dan anak yatim piatu yang berada di lingkungan pesantren.
Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan harian, perlengkapan sekolah, serta santunan. Kegiatan juga turut diramaikan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPKP Aceh yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara.
Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, menyampaikan bahwa momentum HUT BPKP tidak hanya dimaknai sebagai peringatan kelembagaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban melalui sesi interaktif bersama para santri yang diakhiri dengan doa bersama dan ucapan HUT ke-43 BPKP.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Guna memastikan pembangunan infrastruktur tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi warga, Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, memimpin langsung tim auditor melakukan evaluasi lapangan di empat kabupaten strategis di wilayah Aceh.
Audit intensif ini menyasar kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya. Didampingi oleh Koordinator Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat (IPP), Yuspiardi, serta Tim Auditor Bidang IPP, peninjauan ini bertujuan untuk menjamin akuntabilitas serta kualitas fisik bangunan di tingkat tapak.
Kolaborasi di Lapangan.
Tak hanya tim internal BPKP, peninjauan ini juga melibatkan sinergi lintas pihak untuk memastikan data yang akurat, di antaranya: Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW/BPBPK). Ketua Kelompok Masyarakat Penyelenggara (KMP) dan Tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).
"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digelontorkan untuk infrastruktur berbasis masyarakat benar-benar terwujud dalam bangunan yang berkualitas dan berfungsi maksimal untuk kepentingan publik," ujar Nanang Agus Sutrisno di sela-sela peninjauan.
Fokus Pengawasan
Kegiatan audit ini mencakup verifikasi dokumen hingga pengecekan fisik sarana prasarana yang telah dibangun. Kehadiran BPKP di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan solusi atas kendala teknis di lapangan sekaligus mendorong percepatan pemanfaatan infrastruktur bagi peningkatan ekonomi lokal.
Dengan pengawalan ketat dari BPKP, diharapkan pembangunan di Aceh Tamiang hingga Pidie Jaya tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menjadi fondasi kesejahteraan yang kokoh bagi masyarakat Aceh.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan Entry Meeting Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi (EPK) Tahun 2026 di Perumda Air Minum Tirta Daroy sebagai langkah awal dalam penguatan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Kegiatan ini bertujuan menjadi dasar bagi BUMN dan BUMD dalam mengidentifikasi berbagai kelemahan yang masih perlu diperbaiki sehingga dapat dilakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui penguatan upaya pencegahan, deteksi, dan respons terhadap potensi tindak korupsi di lingkungan perusahaan.
Melalui pelaksanaan asistensi EPK ini, diharapkan sistem pengendalian internal serta budaya integritas di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Daroy dapat semakin optimal guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan entry meeting turut dihadiri oleh Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Daroy beserta jajaran, serta Tim BPKP Aceh yang diwakili oleh Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi, Popy Rahmat Daulay, beserta tim.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh di lingkungan kantor Perwakilan BPKP Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah), khususnya dalam memperkuat aspek keamanan dan keselamatan kerja di lingkungan kantor.
Simulasi diikuti oleh seluruh pegawai BPKP Aceh dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman terkait langkah-langkah penanganan awal kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga prosedur evakuasi darurat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai tidak hanya memiliki kesiapsiagaan di lingkungan kantor, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan penanganan kebakaran di lingkungan tempat tinggal dan rumah masing-masing sehingga dapat meminimalisasi risiko serta meningkatkan keselamatan bersama.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif serta menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan BPKP Aceh.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan Evaluasi atas Efektivitas Transfer ke Daerah (TKD) pada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2024 sampai dengan 2026 yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026.
Pelaksanaan evaluasi diawali dengan entry meeting bersama Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meyakinkan akuntabilitas dan efektivitas implementasi kebijakan, perencanaan, penganggaran, serta penggunaan TKD, khususnya pada sektor air minum. Selain itu, Tim BPKP Aceh juga memotret intervensi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang bersumber dari TKD dalam mendukung pembangunan daerah.
Melalui evaluasi ini, diharapkan pengelolaan TKD dapat semakin transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Perwakilan BPKP Aceh menerima kunjungan jajaran PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dipimpin oleh SEVP Operation, Ana Nurul Khayati, bersama Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, beserta jajaran.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, dalam rangka koordinasi terkait penguatan layanan dan peningkatan kapasitas sistem BSI.
Dalam pertemuan tersebut, pihak BSI menyampaikan berbagai pengembangan sistem layanan yang telah dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, di antaranya pada layanan BSI Mobile, BsiNet, ATM, EDC, QRIS, Merchant App, serta kartu debit.
Selain itu, BSI juga menyampaikan komitmennya untuk turut mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden serta berbagai kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Aceh menyampaikan dukungan terhadap langkah penguatan sistem yang dilakukan BSI, termasuk pentingnya mitigasi risiko dalam proses peningkatan kapasitas layanan agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Aceh.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 BPKP serta mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan gotong royong di lingkungan kantor dan rumah dinas BPKP Aceh.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja.
Melalui kegiatan gotong royong ini, BPKP Aceh berupaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, sekaligus memperkuat kebersamaan dan semangat kolaborasi antarpegawai.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan serta menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan produktif.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 BPKP, Perwakilan BPKP Aceh melaksanakan kegiatan penanaman pohon di area kantor dan rumah dinas BPKP Aceh.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui aksi nyata menjaga dan melestarikan lingkungan.
Melalui aksi penanaman pohon ini, BPKP Aceh berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, mendukung kualitas udara yang lebih baik, serta menciptakan kawasan yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan.
Selain memperindah lingkungan kantor, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen BPKP Aceh dalam mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan demi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Auditor Ahli Pertama bagi Inspektorat se-Wilayah Aceh yang telah dimulai sejak 20 April 2026 resmi ditutup (06/05/2026).
Diklat ditutup oleh Kepala Perwakilan BPKP Aceh dan dihadiri oleh Kepala BPSDM Aceh, Sekretaris Inspektorat Aceh, para widyaiswara, instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.
Pelatihan yang diselenggarakan secara tatap muka ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi auditor di lingkungan Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Aceh dalam melaksanakan tugas pengawasan.
Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan, seluruh peserta telah menyelesaikan pelatihan dengan baik dan tertib sehingga berhak memperoleh sertifikat. Selain itu, hasil post test selama proses pembelajaran juga menunjukkan peningkatan. Ada tiga peserta terbaik pada masing-masing kelas yang mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka.
Dalam arahannya, Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Nanang Agus Sutrisno, mengingatkan bahwa berakhirnya pelatihan bukan berarti proses pembelajaran turut berhenti. Ilmu, integritas, dan profesionalisme yang telah diperoleh harus terus dijaga dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para auditor mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pengawasan serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.
#hadirbermanfaat
Hai Sobwas Mandum!
Koordinator Pengawasan Bidang Instansi Pemerintah Pusat (IPP) Perwakilan BPKP Aceh, Yuspiardi, turun langsung memimpin tim dalam meninjau proses integrasi dan validasi data penerima bantuan di Kabupaten Aceh Tengah. Evaluasi ini fokus pada sinkronisasi data daerah dengan pusat agar tidak terjadi tumpang tindih maupun salah sasaran dalam distribusi bantuan sosial.
"Keakuratan data adalah kunci utama efektivitas program pemerintah. Kami hadir untuk memastikan sistem tata kelola data di Aceh Tengah berjalan transparan, akuntabel, dan terus diperbarui secara berkala," ujar Yuspiardi dalam kunjungannya.
Langkah BPKP Aceh dalam mengevaluasi tata kelola data di Aceh Tengah ini merupakan langkah krusial. Masalah klasik dalam penyaluran bantuan sosial seringkali bukan pada kurangnya dana, melainkan pada "error of inclusion" (orang mampu menerima bantuan) dan "error of exclusion" (orang miskin terlewatkan).
Kegiatan evaluasi ini tidak hanya menjadi agenda tunggal BPKP, melainkan wujud kolaborasi lintas sektoral yang kuat. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala BPS Kabupaten Aceh Tengah, Kepala Dinas Sosial Aceh Tengah, serta Kepala BAPPEDA Aceh Tengah. Kehadiran para pimpinan instansi ini menegaskan komitmen daerah dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan dengan basis data statistik yang valid.
Selain unsur pimpinan, peran ujung tombak di lapangan juga menjadi sorotan utama dengan hadirnya Ketua Koordinator PKH Aceh Tengah beserta seluruh tim Pendamping PKH. Keterlibatan tim pendamping ini dinilai vital, mengingat mereka adalah pihak yang berinteraksi langsung dengan Masyarakat.
Melalui pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah diharapkan mampu memitigasi risiko administrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem "Satu Data" yang lebih solid dan terintegrasi secara nasional.
#hadirbermanfaat