jahat gasi kalo ga ngundang wali ke wisudaan? ortu udah gaada, adanya bibi dan paman, dan masalahnya tuh (sorry) mereka tuh dari penampilan kampungnya tuh ngampung bgt, jujur rada malu nanti difoto bareng temen-temen lain yang pada pake kebaya designer dan jas mahal
mending bilang aja kuota pendamping wisuda abis kali ya biar mereka ga usah dateng? tpi batin ngerasa nolak bgt karena semua UKT belasan juta per semester mereka yang bayar:( once again, no intention at all buat ngerendahin mereka ya, i just need advice kalian secara realistis kalo kalian ada di posisi aku gimana, please no salty, thank you! ptn!
kakak ini adalah aku waktu sma dulu. tengah malem dada sesek & searching di google dibilang kena serangan jantung, aku panik jdnya tambah sesek sampe nangis sesegukan. akhirnya dirujuk ayahku ke igd, ternyata kata dokternya kena gerd ๐ค๐ค๐ค
Pas masa skripsi yang stressful itu, aku kebangun jam 3 pagi. Dada terasa sesak dan sakit, nafas juga tersengal-sengal. Ku tunggu sampai jam 4 pagi, tidak kunjung mereda.
Kebiasan anak kos adalah mencari penyakit di internet (jangan ditiru), terus mendiagnosa diri sendiri kena serangan jantung.
Ku telpon orang tuaku karena panik, tapi tidak diangkat dan akhirnya memutuskan mesan gojek dan ke IGD Borromeus. Pas naik gojek abangnya ngajak ngobrol dan aku cuma bilang, โMaaf bang, serangan jantungโ sambil bengek. Sampai depan rumah sakit, dibantu abangnya sambil teriak, โPASIEN SERANGAN JANTUNGโ. Paniklah perawatnya sambil bawa kursi roda.
Habis itu dikeluarkan lah alat EKG. Normal. Akhirnya diambil darah untuk dites. Setelah 30 menit, hasilnya keluar dan terlihat normal juga. Dokternya akhirnya nyuntikin obat dan jujur jadi enak banget. Habis itu dokternya cuma bilang, โWah ini GERDโ sambil ngasih tau pantangan-pantangan penderita GERD.
Setelah itu, gue malah CFD-an di depan rumah sakit sambil jajan ketoprak dan melihat notif hp dari ibuku yang panik karena dikira anaknya meninggal (aku udah ngirim pesan minta maaf soalnya haha).
Kronologi awal kisah asmara pelaku (Reyhan) kepada (korban) fara mahasiswi UIN Suska Riau
1. Mereka pertama kenal pas satu posko KKN, walau mereka berasal dari universitas yang sama, sosok reyhan ini dinilai kawan2nya anak yang introvert, calm, dan nggak banyak bicara, sedangkan fara anak yang ceria, humanis, murah bergaul dengan siapa saja.
2. Karena dianggap sangat pendiam, dan introvert, susah berinteraksi dengan kawan satu Tim KKN, maka si fara ini ngajak si reyhan ini buat ngobrol agar program kerja KKN bisa berjalan dengan kompak dan hasil yang baik.
3. Berawal dari sana, mungkin karna belum pernah dapat perhatian dari cewek, reihan pun jadi baper dan merasa nyaman sama fara, padahal dia tau si fara ini ada cowoknya.
4. Pertengahan sampai akhir KKN mereka terlihat sangat akrab, dimana ada fara di situ ada reyhan, padahal niat fara dekat sama di reyhan ini murni sebatas rekan kerja satu posko KKN.
5. Obsesi reyhan untuk memiliki fara mulau terlihat sejak berakhirnya masa KKN, dimana dia sering nungguin fara usai kelas kuliah, dan sering mendatangi fara di setiap saat, hingga akhirnya fara bersikap tegas, minta reyhan untuk menjauhinya, karena merasa risih dan dia juga sudah memiliki pacar.
6. Di titik inilah reyhan mulai kehilangan akal sehatnya, terlihat seperti orang yang mengalami ganguan jiwa, hingga pada akhirnya terjadilah peristiwa P3mb4c*kan ini.
Sumber: ttk. Been