nih yg religio-fascist kemarin nuduh queer punya grup chat buat nyebarin pahamnya
liat nih, para lelaki cishet, pelaku pemerkosaan, sudah sempat buat grup chat, untuk berkomunikasi, terkait rencana pemerkosaannya
When Palestine is free, the work continues, until queer Palestinians are free too. Because no liberation is complete if queer Palestinians are left behind.
and that's where the hypocrisy lies
you enjoy queer media, you listen to songs by queer artists, you watch queer movies/series
but the moment the conversation becomes, "jangan diskriminasi" suddenly it's "stop normalisasi"
FUCK Y'ALL
Buat temen2 ally (or closeted queers), its ok sebetulnya gak nge post kayak gini. Pls consider your safety first.
Yg paling penting adalah memberikan ruang aman bagi kaum marginal, yg caranya banyak, gak harus di publik
Ini mah emg indo aja yg rada2 udh tipikal ajaran yg terlalu doktrin dan mikir anak-anak tuh bodoh makanya acaranya dibikin sgt slop dan menggurui -_- I mean gk usah jauh-jauh Jaadugar, negara tetangga upin Ipin aja masih bagus kalo nyampain pesan moral (+)
pada paham gak sih sebenernya kalau pointnya tuh bukan "harusnya kelompok A yang disalahin" "harusnya kelompok B yang disalahin" tapi ke perbuatannyaaa anj.
"lgbt juga ada tuh yang sexual harasser"
ya MEMANG. kyai dan ustadz2 juga ada. guru/dosen juga. berarti yang harusnya jadi fokus utama pemerintah dan masyarakat apa????????
pantes soal kongo, sudan, ukraine pada diem mlempem ternyata indon ini ngebela palestina cuma atas dasar AGAMA doang ya?
oalaaaaah mana di gatekeep pula pokonya mayoritas yang bole dukung, kaum marjinal gabole🏃🏻♀️➡️
orang2 kayak gitu mah apa sih yang ga dianggep infectious?
umat agama lain beribadah di rumahnya sendiri aja diteriakin “KRISTENISASI!!”
gay people literally minding their own business diteriakin “AWAS KETULARAN GAY!”
sekarang ngampus pun dikira bakal nularin.
intinya mereka ga melihat orang yang berbeda dari mereka sebagai SESAMA MANUSIA. they think of them as viruses.
Agaknya abang Tere-Liye ini gak paham kalau, beda dengan agama, sains itu berkembang, berubah. Sains tidak mengenal "kebenaran absolut" seperti agama, sebaliknya sains terus menguji diri dan mempertanyakan diri: seiring dengan berkembangnya pemahaman manusia akan sains, ada pemahaman-pemahaman atau teori-teori sains yang 10, 20, 30, 40 50, tahun lalu dianggap benar dan sekarang terbukti salah.
@Heavenlypuff Dirujak soal garam rukyah aja ama lisan Al ghaib mereka mencak2 kok itu😂
Makanya buku2 bernada sains yg ditulis oleh golongan ini seringkali saya skip
Soalnya psikologi islam masih mengakui adamya Malaikat, Hantu dan Iblis, jadi gak bisa dipakai rujukan. Kalo mau mah noh ada Tassawuf Psikoterapi di UIN.