Kl lewat sekitar Hayam Wuruk Denpasar, bantulah lariskan donatnya dua anak ini. Tadi mangkal di dpn Alfa Prima
Dulu sdh jualan sejak setdknya pandemi, tapi biasanya sebelum jam 6 sore udah bubaran
@bramwas For real??
Gila ya 😭 tapi even big 4 pun temenku trainee bagian legal cuma 4,5 tapi bebannya udah kaya associate, asso pun 10 itu masih kekecilan kata temenku. Soalnya bebannya berat bangettt
Temen lamar kerja di law firm beda lantai dari kantor lamaku. Wawancara dari jam 10 pagi smp jam 4 sore belum selesai. Terus katanya udah nanyain masalah kunci kantor ke dia. Gajinya... 😁 Yg udah belasan tahun aja gapok ga smp 1,5x UMR
Aku pernah ngikutin tahap rekrutmen tesnya 5 tahap :
Psikotes - tes hukum - wawancara HR - wawancara user - wawancara sama managing partner (direktur lah kalo di corporate). Lagaknya kaya rekrutmen besar, bilang ngabisin miliaran, usernya judes banget.
Gajinya cuma 3,5 juta 😂
Israel was meant to fully withdraw its troops from Gaza under the ceasefire signed in October. Instead of pulling back, Israeli forces are expanding and entrenching heavily fortified positions across the enclave.
🔗: https://t.co/hmiiT6oafW
We struggle every day to survive and endure hardships beyond what we can bear. Our hope now rests in the kindness and generosity of those willing to help.
Please don't pass by our story in silence... your share may be the reason our suffering is eased.🙏💔
https://t.co/iPaN7SjFJh
Gaes sorry tapi aku pemula banget di Makro ekonomi..
Tapi kan kita sudah:
1. Naikin suku bunga BI
2. Intervensi pasar valas “all out” di Hong Kong, Singapura, London, dan New York sekaligus
3. Naikin imbal hasil SRBI tenor 12 bulan dari 4,87% ke 6,92% buat narik modal asing masuk
4. Perketat batas beli dolar tanpa underlying dari $100K → $50K → rencana $25K per orang per bulan
5. Beli SBN di pasar sekunder (Rp332T sepanjang 2025, tambah Rp133T lagi di 2026)
Tp kok blm turun-turun ya ini USD nya 😭
Apa lagi yang bisa kita lakukan supaya Rupiah tambah menguat?
Dapat rumor beginian darimana sih? Gue pingin tau sourcenya. Biar bisa tau basis penilaiannya apa.
Karena kalau bicara MSCI standalone reclassification, itu bukan keputusan yang datang tiba tiba. Ada kriteria formal yang MSCI pake, dan setau gue Indonesia saat ini gak memenuhi threshold untuk reklasifikasi itu.
Yang MSCI liat sebelum mempertimbangkan standalone:
- Openness to foreign ownership. Indonesia masih relatif open, tidak ada capital controls yang meaningful.
- FX liquidity. IDR volatile, tapi market masih functioning, repatriation masih bisa dilakukan.
- Market accessibility. JATS masih jalan normal, settlement T+2 masih berjalan, tidak ada suspension sistemik.
- Foreign flow data. Masih ada dua arah, bukan one-way exit dengan FX lock.
Nigeria masuk standalone karena literally gbs repatriasi USD selama bertahun-tahun. Lebanon karena banking system collapse total. Russia karena sanksi memutus akses market secara paksa.
Indonesia setau gue g ada disitu.
Yang ada sekarang adalah policy uncertainty dan sentiment selloff. Painful, tapi berbeda kategori dengan structural market access failure.
Tapi tetap, darimana sourcenya??