Setelah Aguan nyanyi.
Satu demi satu
Para Naga, Taipan, dan semua
Pihak-pihak berdatangan, nagih utang, nagih janji, nagih komitmen
Silih ganti berdatangan.
Dikira menghormati? Kagak!
Mereka ini datang buat nagih.
Sebentar lagi yang datang bukan nagih lagi.
Tapi ngancam.
Persis kayak Pengusaha yang jadi Debitur Bank-Bank.
Ketika usaha berhenti, utang masih jalan. Maka Bank-Bank yang dulu menyembah-nyembah, kini datang gebrak-gebrak. Nanti yang datang bukan lagi Direktur Banknya, tetapi centeng-centeng dan Debt Collector.
Ternyata belum 100 hari,
Mulyono sudah mulai menjalani hari-hari tanpa tidur.
Sementara anaknya yang diharapkan jadi tameng malah disuruh Boss Baru buat jadi tukang susu keliling.