Apa yang digambarkan di film pesta babi itu: perampasan tanah buat PSN dll, terjadi juga di banyak tempat :(. Kalau ditanya dasar hukumnya,ya ada! :(( itulah memang cara kerja oligarki,memanipulasi UU buat cari cuan. UU cipta kerja, UU Minerba, belum lagi berbagai PP dan Perpres
Tanah orang Papua dihargai 300 ribu per hektar untuk PSN tebu di Merauke (tergambar di dokumen penawaran perusahaan ini).
Tapi mereka nolak bukan karena harga, melainkan hal fundamental yang gak ternilai.
PESTA BABI - behind the scene.
@fahrisalam Kalau benar efisiensi, ini yang bisa dilakukan:
1. Nginap di gedung KBRI.
2. Atau di rumah dinas duta besar.
3. Dubesnya nginap di akomodasi yang lebih murah.
Gak usah berdalih alasan keamanan. Kalau KBRI gak aman, ya tutup aja.
Soal marwah, setelah ART-BoP, marwah apa lagi?
Kalau kurang beras, ambil dari Sulawesi.
Listriknya dari batubara Kalimantan.
Minyak gorengnya dari sawit Sumatra.
Emas, kayu, gas, bisa ambil dari Papua.
Perlu ikan? Maluku dan Maluku Utara.
Mobil listrik? Ambil nikel Halmahera.
Tapi Presiden & Wapres, biar Jawa yang tentukan.