Sebagai mantan PNS di salah satu kementerian tanpa ordal, saya relate banget sih sama ini. π₯Ή
Jadi inget gimana proses masuknya yang memang susah banget, hingga kekecewaan dari orang terdekat ketika akhirnya saya memutuskan resign dari PNS.
[lanjut...]
Memang katanya jadi PNS/ASN itu pekerjaan impian, tapiii...
Jadi PNS atau ASN juga emang banyak gak enaknya:
1) Mesti nurut banget sama atasan, walaupun kadang-kadang di luar SOP bahkan di luar hati nurani kerjaannya
- Diminta lembur padahal anak lagi sakit? Ya udah mesti kerjain.
- Diminta bawa mobil atasan ke bengkel? Ya udah mesti kerjain.
- Diminta ngerjain tesis/disertasi atasan? Ya udah mesti kerjain.
- Masih banyak lagi
2) Kalau gak nurut gimana, Pilihannya 2:
- Karirnya mati.
- Orangnya mati. Inget kasus yang di Semarang?
3) Belum lagi namanya tempat kerja, lingkungan yang toxic pasti ada.
4) Terus PNS/ASN itu juga take home pay-nya beda-beda, ada yang Tukinnya Sultan, ada yang Tukinnya jelata.
Bedanya langit dan bumi.
Kalau dapet tempat yang Tukin jelata, bisa banget ngerasa under appreciated.
Kalau dapet tempat yang Tukin sultan, tekanannya gede.
Terus ujungnya stres karena tuntutan ekonomi keluarga.
Pacar Lolos KEMENSULTAN, Ditolak Calon Mertua Gegara GAK LULUS TES CPNS, Bahkan Bikin Kecewa Ayah yang Juga PNS
Trigger warning "S" word
[A Thread]
PNS masih jadi profesi dambaan orang tua dan calon mertua? Padahal faktanya jadi PNS saat ini tuh sudah gak senyaman jaman dulu.
@NenkMonica Ga ada kaitannya sih antara pajak naik sama gaji naik, karena setau gw kenaikan gaji pns kan ada prosesnya. Ga langsung ujug2 kyk bikin indomie. kalo emang kerjanya ok, negara aman, worth it, itung2 investasi, drpd kyk waktu kecil sempet takut jalan ke mall gara2 teror di mana2.
Bagus lah kalo naik, masa intel indo penyamarannya kang bakso mulu. Ga pernah gw liat intel2 di film hollywood jadi kang bakso. #MariBersamaBerantasJudol
SUSU PERAH PETERNAK LOKAL DIBUANG KARENA TIDAK DITERIMA 'IPS' πβΌ
Di Boyolali, para peternak sapi perah sedang gigit jari. Susu yang mereka perah setiap hari malah terbuang begitu saja. Bukan karena kualitasnya buruk, tapi karena para Industri Pengolahan Susu (IPS) menolak untuk menerima pasokan susu dari para peternak lokal.
Mereka beralasan mesin pengolahan sedang bermasalah, tapi benarkah itu alasan sebenarnya?
Nah, kalau peternak curhat, mereka yakin alasan sebenarnya bukan itu. Mereka menuding bahwa membanjirnya susu impor jadi biang keladinya. Susu impor yang lebih murah diduga membuat pabrik-pabrik besar jadi berpaling dari susu lokal.
Akibatnya, susu segar yang susah payah dihasilkan peternak Boyolali hanya berakhir di selokan. Padahal, Boyolali selama ini dikenal sebagai penghasil susu segar berkualitas.
Tapi, sekarang para peternak kebingungan. Susu yang tidak terjual berarti kerugian besar bagi mereka. Apalagi, biaya pakan dan perawatan sapi tetap harus jalan. Bayangkan betapa kecewanya mereka ketika melihat susu yang seharusnya bisa menjadi sumber penghasilan malah dibuang begitu saja.
@Kemenperin_RI
Via Tiktok: radarsolo
#elshintaviral
Masalah lonjakan impor susu telah memberikan dampak signifikan kepada peternak lokal, khususnya mereka yang bergantung pada hasil penjualan susu segar untuk keberlangsungan hidup #SelamatkanPeternakLokal