Waktu SMP, guru fisika saya pernah kasih tips sederhana:
"Teteskan sedikit tinta biru murni ke dalam ember berisi air, lalu rendam pakaian putih yang baru dicuci selama beberapa menit. Setelah itu angkat dan jemur."
Aneh tapi nyata, pakaian putih jadi terlihat jauh lebih cerah, seolah-olah kembali seperti baru.
Ternyata ada penjelasan ilmiahnya.
Seiring waktu, kain putih biasanya berubah sedikit kekuningan karena oksidasi, sisa deterjen, minyak tubuh, dan penuaan serat. Nah, warna biru adalah warna pelengkap dari kuning.
Saat ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit, pigmen biru membantu menetralkan semburat kuning tersebut sehingga mata kita melihat kain tampak lebih putih dan lebih cerah.
Teknik ini dikenal sebagai laundry bluing dan sudah digunakan sejak lama, bahkan sebelum ada deterjen modern dengan pemutih optik.
⚠️ Tapi ingat, cukup gunakan beberapa tetes saja. Kalau kebanyakan, pakaian malah bisa berubah kebiruan.
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini 👇
https://t.co/cSzAPhXCd8
Erling Haaland is one of the fastest players in world football. Standing 1.94m tall and weighing 88kg, his explosive burst of speed allows him to regularly clock top speeds of 35 to 36 km/h during matches. 🇳🇴😍
Madame Celeste Amarilla,
Vous êtes une femme méprisable et indigne de sa fonction.
Vous ne représentez pas le Paraguay, ce pays qui a transpiré la passion et l’honneur tout au long de la compétition. Par votre inconscience et votre racisme décomplexé, le monde entier a déjà oublié le parcours et l’effort historique que vos joueurs ont réalisés durant cette coupe du monde pour laisser place à une dame incompétente donnant la pire image possible de son pays.
Je ne laisserai jamais aux gens comme elle, la liberté de laisser propager leur haine et leur racisme à travers le monde.
“Main twitter harus punya niche tertentu, postingan ga jelas isinya foto makanan, mana konten edukasinya”
Nih, dikasih paham sama Tempo. Media sosial hakikatnya emang kaya gini, share tentang kehidupan sehari hari, makanan, kucing, perjalanan pulang kerja, keluh kesah, tanpa nyolong foto ataupun cerita orang lain yang viral di media sosial sebelah.
Why? Karena pemilik platform alias X pengen screen time lo dimari paling gede dalam sehari, terserah mau dipake jbjb kek, respon ragebait kek, yang penting ngebentuk user behavior dulu biar kalo bisa ga buka media sosial lain.
Ketemuan dangan ybs di Bank pengirim/penerima, minta bank lakukan pengecekan secara detail asal dan sumber dananya
Jika tidak ada potensi hukum dan benar ybs pemilik sah uangnya, kembalikan, bikin berita acara
Jika bukan pemilik sah dan berpotensi hukum, minta bank blokir rekening sejumlah dana yg ditransfer, bikin berita acara
Jangan kembalikan langsung
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil.
Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect.
Anak kecil teriak dikit
"Gak diajarin ortunya ya?"
Anak kecil nangis
"Kok cengeng sih?"
Anak kecil slow to warm up
"Masih kecil udah introvert ya"
Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain
"Rewel ya ternyata"
Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.