KABAR BAIK!!
Kasus TPPU Febrie Ardiansyah resmi rampung & siap disidangkan, terimakasih untuk penyidik kejaksaan ini sudah sesuai dengan harapan kita semua kerja cepat, profesional & tanpa rekayasa seperti yang dikhawatirkan
Selasa, 15 September 2026, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, babak penyidikan kasus yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditutup. Koordinator Tim 9 sekaligus Jamwas Rudi Margono mengumumkan: berkas dugaan pemerasan dan pencucian uang sudah rampung, semua yang hadir menyetujui berkas segera dilimpahkan ke penuntutan
Tiga nama masuk dalam satu berkas. Febrie Adriansyah, Don Ritto, dan Nurman Herin. Sangkaannya: pemerasan dalam penanganan perkara Jiwasraya dan Asabri, digabung dengan tindak pidana pencucian uang
Nilai yang sudah dipegang penyidik tidak kecil. 38 aset tanah dan bangunan, 27 lembar saham perusahaan, total taksiran Rp846 miliar. Di rumah Sentul masih ada catatan lain: 74 kilogram emas dan uang tunai Rp543 miliar
Sikat koruptor & mafia!!
Sangar banget penyidik Kejaksaan di kasus Febrie!!
Mereka sita 38 objek tanah dan bangunan Rp846 miliar, belum termasuk barang bukti Sentul 74 kg emas dan valas ratusan miliar..
Bayangkan orang yang selama ini kita percaya ternyata diduga merampok uang rakyat, BIADAB!!
Kisah pilu perlawanan Putri Ambarita yang dipukuli karena melindungi adiknya yang disabilitas
Sekitar 150 orang diduga suruhan TPL datang membawa balok, parang, dan tameng. Mereka memukuli warga. Kepala Dimas robek. Putri dipukul di kepala, punggung, dan kaki sampai linglung. Harus terapi psikolog.
Semua ini terjadi karena mereka mempertahankan tanah yang sudah diolah turun-temurun. Bukan karena mereka menyerang. Mereka hanya menolak diusir dari tanah peluhnya sendiri.
Perusahaan yang sama kini jadi tersangka korporasi kasus transfer pricing. Dugaan kerugian negara Rp2 triliun
Usut tuntas mereka harus membayar kejahatan & keserakahan yang mereka perbuat!!
Terserah mau dibilang lebay, langsung nangis pas lihat presiden Prabowo teriakkan "Free Palestine"
Semoga Tuhan takdirkan kita semua bisa melihat Palestina merdeka.. amiiin ๐คฒ
Andi Gani mau bikin huru-hara. Tak puas dengan draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, lalu ancam turunkan massa besar-besaran!!
Ini orang jualan keringat buruh,
emang pernah jadi buruh?โจPernah ngerasain lapar?โจPernah berjuang dari bawah?
Buruh di bawah cuma nunggu tiga hal: upah layak, jam kerja wajar, henti PHK & itu sudah di bahas dalam RUU
Sebagai presiden KSPSI mestinya fokus urusan buruh. Jangan jadi provokator. Jangan peralat puluhan ribu orang turun ke jalan demi urusan perut sendiri!!
Andi Gani ini gak pantes bawa-bawa penderitaan buruh tau apa dia, 9 tahun jadi komut BUMN makin besar perutnya..
Dia mau bikin huru-hara krn gak kebagian jatah, dulu jadi centengnya Mulyono tukang lapor kalo ada aktivis yang kritis
Rakyat sudah cerdas tdk akan terprovokasi!!
Kejaksaan sudah kantongi cukup bukti dugaan pemerasan Febrie Adriansyah..
Publik mendesak Jaksa Agung @ST_Burhanuddin berani memprosesnya secara transparan dan tegas. Jangan ada kesan melindungi orang dalam
Kalau rakyat biasa diproses cepat, maka mantan Jampidsus harus lebih cepat dan lebih tegas. Jika terbukti hukum Febrie seberat-beratnya
Jaksa seharusnya jadi pagar hukum bukan pagar makan tanaman, kembalikan kepercayaan publik!!
Rumor panas goncang pasar modal terkait manuver sang 'Raja Batu Bara'โ Haji Isam.
Bloomberg melaporkan perusahaan Haji Isam tawarkan sekitar US$3 miliar buat beli 62% saham BYAN
Harga itu jauh lebih murah 80% di bawah nilai pasar BYAN sekarang yang sekitar US$26 miliar
Nafas pemberantasan korupsi kini di tangan Kejaksaan, satu per satu kasus besar yang bertahun-tahun mengendap mulai diungkap..
Dukung penuh @KejaksaanRI tuntaskan proses hukum PT TPL selama 17 th negara ditipu, pajak dimanipulasi jenis & nilai produk dengan kerugian Rp2 triliun!
Hampir final?? tawaran Haji Isam sekitar Rp 52 triliun untuk mayoritas saham BYAN
Kalau nanti benar dikuasai Haji Isam, semoga bukan cuma ganti pemilik tapi juga pasokan batu bara ke PLN yang lebih lancar. Sumber daya kita, dikelola anak bangsa, untuk kepentingan bangsa!!
4 dekade konflik agraria di Tanah Batak masih menggantung. Tanah yang jadi sumber hidup warga adat berubah jadi sengketa berkepanjangan menyebabkan banjir, longsor & kekeringan
PT TPL sudah ditetapkan sebagai tersangka korporasi tapi tdk berhenti disitu, warga meminta pengembalian tanah ulayat dan perlindungan atas ruang hidup mereka yang sudah mereka rampas
Sudah saatnya kejaksaan menyeret semua penjahat lingkungan kemeja hijau tanpa terkecuali!!
Mantap nih!!
makin tenggelam fitnahan film pesta babi..
Meniru keberhasilan PSN Wanam, Nabire mulai program cetak sawah rakyat di seluas 1.300 hektare dijalankan Kementerian Pertanian. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani Papua
Pekerjaan akan dikerjakan bertahap dengan melibatkan warga lokal, sehingga ikut membuka lapangan kerja. Langkah serupa sebelumnya telah berjalan di Wanam dan Sorong
Gass terus nih soal TPL jangan sampe lolos!!
Kisah pilu warga Batak dimana tanah adat mereka dirampas, sungai dirusak & hutan digundul bahkan tak sedikit warga yang mengalami intimidasi & kriminalisasi..
Ini bukan sekedar kasus korupsi penggelapan pajak selama 17 tahun tapi aktifitas TPL sejak dulu diduga menimbulkan konflik & banyak korban, gas kejagung!!
Ayolah.. Kejagung jika bukti sudah jelas segera bertindak, jgn cuma berhenti di dua orang pegawai pajak tapi pengurus PT TPL jg harus diperiksa. Rakyat mendukung kalian
Negara tdk boleh kalah dg pengusaha hitam yg rusak alam & mengeruk kekayaan kita untuk dibawa di luar negeri!!
Diperiksa 10 jam, 50 pertanyaan, masuk & keluar ruang pemeriksaan tangan tetap terborgol. Febrie tdk diistimewakan meski pernah duduk di jabatan tinggi
Ini ujian bagi Kejaksaan berani bersih-bersih atau hanya sandiwara? Hukum harus sama untuk semua..
Sikat koruptor & mafia!!
Narasi liar soal hutan Papua dibabat, tanah ulayat dirampas & masyarakat adat yang tersingkir kini mulai hilang dari peredaran & tak laku lagi
Seiring kemajuan PSN Wanam dalam membangun infrastruktur & mendorong pertumbuhan ekonomi warga setempat, klaim itu semakin tdk relevan!!
NGERI!!
Temuan Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (Kosmak)..
70% saham PT Hutama Indo Tara (Haitara Group) sempat dikuasai dua anak mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Aga Adrian Haitara & Kheysan Farrandie tercatat sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan yang punya jejaring ke puluhan perusahaan lain.
Pertanyaannya sederhana..
Dari mana asal modalnya?
Kasus TPPU Febrie Adriansyah (74 kg emas + ratusan miliar) kian memanas dan mulai menyeret lingkaran keluarga!!
Akhirnya Kejagung resmi tetapkan PT Toba Pulp Lestari sbg TERSANGKA KORPORASI!!
Modusnya mereka jual bubur kertas jenis mahal (dissolving pulp) tapi laporkan sbg barang murah ke perusahaan afiliasi. Pajak jadi kecil & negara rugi sekitar Rp2 triliun
Mari kita terus suarakan!!