Kenapa kita nggak boleh percaya sama rata-rata(mean) begitu saja?
Cerita 1 :
π±ββοΈ : Lapor, ada 10 siswa rata-ratanya 70.
π§ββοΈ : Mayoritasnya berarti pada 70 ya?
π±ββοΈ : Nggak, sebenarnya 4 orang dapat 100.
π§ββοΈ : Kok bisa gitu... Sisanya?
π±ββοΈ : 50 doang...
π§ββοΈ : (termenung)
Cerita 2 :
π±ββοΈ : Pak lapor, di daerah X kepala keluarga punya penghasilam rata-rata 10 juta.
π§ββοΈ : Dari berapa keluarga itu?
π±ββοΈ : 1000 kepala keluarga
π§ββοΈ : Wah, daerah itu berarti pada makmur ya...
π±ββοΈ : Sebenarnya... data tersebut ada 10 kepala keluarga konglomerat, sisanya 990 kepala keluarga yang gajinya 1.000.000
π§ββοΈ : (termenung)
Cerita 3 :
π±ββοΈ : Pak, kebetulan keuntungan ayam geprek mencapai 400.000/hari dalam seminggu.
π§ββοΈ : Oke, besok jualan nasi goreng ya...
π±ββοΈ: Eh bentar, tapi bapak perlu liat data perhari ini...
π§ββοΈ: Eh buat apa, 400.000/hari itu gede lho
π±ββοΈ: Tapi, tergantung hari juga sih... senin-jum'at memang pada untung mayoritasnya di 500.000 terutama hari jum'at bisa 1,8 juta sih... tapi sabtu minggu ada rugi dan ruginya 500.000.
π§ββοΈ: Wah itu masalah dong kalau sampai rugi banget di sabtu/minggu.
Nah, #SobatRupiah tim yang mana nih, Kris atau Kyuris?π€
Biar gak menimbulkan perdebatan gara-gara beda aliran soal penyebutan,
ditonton dulu videonya, lalu coba ucapkan kata-kata ini π#PakaiQRIS?π
Mention ya sobat-sobatnya yg masih berkutat soal penyebutan QRIS yang tepatπ