invisible child.
bukan istilah medis resmi, tapi ini sering dipakai untuk menamai case seperti ini.
anak baik yang di mata orang tua & sekitar selalu akan baik-baik saja, tapi sebenarnya orang tua tidak memberikan ruang untuk berbagi perasaan emosional.
anak yang tumbuh dengan berpikir, "selama aku ga ngerepotin, semuanya akan baik-baik aja"
dan akhirnya memendam banyak luka.
@bismillahyuk_ Dari sini kita belajar, GAUSAH IRI SAMA KEHIDUPAN SELEB SOSMED karena bisa jadi semua kepunyaannya bukan dari duid halal, ga semua seleb sosmed sih, tapi ini contohnya
Tadi ada pelanggan beli 10 paha bawah.
Saya iseng bertanya,
"Mau dimasak apa, Mbak?"
"Mau bikin ayam kipas."
Saya bilang,
"Kalau gitu sekalian saya bentuk kipas ya, Mbak."
Beliau langsung bertanya,
"Nambah berapa, Mas?"
Saya jawab,
"Gratis. Ini bagian dari pelayanan. 😁"
Beliau langsung tersenyum,
"Wah, mantap."
Kadang pelanggan datang bukan cuma mencari ayam.
Mereka juga ingin dilayani dengan baik.
Dan buat saya, pelayanan kecil seperti ini sering kali lebih diingat daripada diskonnya.
#CatatanPedagangAyam
Nuduh si cowok KS. Sementara kelakuan dia begini. Sblm mabok bareng dan ngewe atas suka sama suka, pernah ngehaluin si laki klo mereka pacaran. Sementara si cowok enggak. Alias apa yg mereka lakuin tuh ONS atau FWB.
Sebuah obsesi yg berdampak ke korban KS lainnya.
Yes. Victims can be scared of intimacy & having sexual shutdown, or becoming hypersexual. Both are trauma-related responses, one characterized by withdrawal, the other by over activation.
After sexual assault, victims often develop complex emotional & behavioral responses to regain control or numb distress. Hypersexuality (compulsive or frequent sexual behavior) can emerge as a trauma coping mechanism.
> https://t.co/c3XOHI91hV
> https://t.co/WcTr3xyqqx
> https://t.co/wxQpnbp6XF
> https://t.co/dRHr6spWc6