Siapa lagi kalau bukan lu yang percaya sama diri lu sendiri?
Kalau lu aja sukanya merendahkan & mengecilkan diri sendiri, gimana mau maju?
Padahal satu-satunya orang yang mesti percaya sama diri lu, ya Elu!
Satu dunia boleh mandang lu sebelah mata, tapi lu? Kudu tetap percaya.
Sekarang makin percaya ada garis takdir. Rasanya udah mengupayakan apapun yang terbaik, akan ada batasan, ada tembok-tembok tak terlihat yang membuat kita gak bisa keluar dari garis yang uda ditetapkan.
Apakah manusia punya kontrol? Sepertinya itu hanya sebatas ilusi.
Pas orang bilang “cuma pengen didengerin, gak mau dikasih solusi”.
Kadang sebenernya dia butuh solusi, cuma solusi itu gak enak dia denger, ga nyaman. Lebih enak di dengerin, matanya eye contact dan di angguk-anggukin.
Tapi inget, solusi dari perspektif orang lain juga penting.
Orang suka bilang “Belajar dari kegagalan”.
Tapi ya kenyataannya, kadang gagal itu gaada yang bisa dipelajari. Cuma bisa di yaudahin, terima, dan lanjutkan hidup.
Coba yang sering ditanya “apa kabar?” Jawabnya jangan cuma baik aja.
Cobain jawab pake “masih terus berjuang” atau “masih bisa dilewatin”.
Rasanya beda.
Terkadang bakal ada momen dihidup kita seakan kita gak punya opsi buat menyerah; kayak mau ga mau, lu harus jalan terus aja gitu meskipun terseok-seok 🙂
The more you chase the butterflies, the harder they will be to catch.
If you take the time to build your garden, the butterflies will eventually come to you.
Kadang banyak kejadian ngeselin yang gak bisa di-apa-apain, dimana akhirnya daripada ngomel dan ngedumel lebih baik di-gapapain dan di-asikin. It’s life gaseh.
Semangat ya buat kamu yang sebenernya udah gak kuat, tapi dikuat-kuatin karna ada tanggung jawab yang harus terus dijalankan. You’re amazing! Peluk hangat dari sini 🫂
Apa yang maret ajarkan padamu?
Kalau gue, belajar untuk bilang “ya” pada kehidupan.
Ya, pada kesempatan yang baru.
Ya, pada harapan yang baru.
Ya, pada cara hidup yang baru.