@tanyarlfes Ya gmn ya. Pemerintah sendiri sih yg bikin citranya jelek. Akhirnya mau niat sebaik apapun udh dianggap jelek duluan. Apalagi presidennya suka nyenye nye nye
@dwipantaraX Menipis karena PLN ngga beli batu bara. Batu bara mah banyak, lha wong tambangnya aja ada. Piutang pemerintah naik dari 43 T ke 110T. Karena ga dibayar2 sama pemerintah PLN, udh ga punya modal buat beli batu bara. Pengusaha tambang prefer jual ke luar, mumpung USD lagi menguat
Pertamax naik ke Rp 16.250/liter. Siapa yang paling terdampak? Bukan orang miskin. Bukan orang kaya. Tapi kelas menengah — kelompok yang selalu luput dari perhatian kebijakan.
gaisss lewat postingannya 50 menit lalu, Tiyo (Eks Ketua BEM UGM) bilang kalo dia nemuin alat pelacak di kendaraan yg ia gunakan 😭😭😭😭😭 ini rezim apa sih??? anak muda yg kritis dan peduli sama perbaikan bangsa kok kalian musuhi. jijik kali memang cara klen lah
Pertamax naik ke Rp 16.250/liter. Siapa yang paling terdampak? Bukan orang miskin. Bukan orang kaya. Tapi kelas menengah — kelompok yang selalu luput dari perhatian kebijakan.
Meskipun Pertamax (RON 92) naik menjadi sekitar Rp16.250–16.260 per liter per 10 Juni 2026 (kenaikan ~32% dari Rp12.300), harga di Indonesia masih termasuk yang paling murah di ASEAN untuk BBM non-subsidi RON 92/95.
Perbandingan terkini (estimasi RON 92/95 setara, dalam Rp per liter)
Data ini diambil dari sumber terkini sekitar Juni 2026, dengan kurs USD/IDR ~Rp17.800:
•> Indonesia (Pertamax RON 92): Rp16.250–16.260 (setara ~$0.91/L) — naik baru-baru ini, tapi tetap kompetitif.
•> Filipina: ~Rp22.000–25.000 (sekitar $1.18–1.35/L, tergantung fluktuasi).
•> Myanmar: ~Rp25.000–39.000 (bisa lebih tinggi karena ketidakstabilan, ~$1.22–1.47/L).
•> Thailand: ~Rp23.000–28.900 (~$1.07–1.61/L).
•> Laos: ~Rp26.000–32.000 (~$1.15–1.77/L).
•> Singapura: Rp42.000–47.000 (paling mahal, ~$2.25–3.39/L karena pajak tinggi dan tanpa subsidi).
Harga Pertamax Rp 16.250 bukan tidak wajar secara keekonomian. Yang tidak adil adalah arsitektur kebijakannya: kenaikan mendadak, tanpa kompensasi, tanpa alternatif, tanpa dana penyangga.