@fugaski@insidefolkative Orang jago ngelawak itu punya tingkat kecerdasan yang tinggi. Makanya ngelawak itu susah karena harus bisa nyari celah dari sebuah topik dan mengolahnya jadi sebuah komedi di saat yang bersamaan. Tapi bukan komedi slapstick loh ya
@oysteinvolcano Hello, I'm Bayu from Railway Enthusiast Digest a part of GM MarKA. Would you mind if I use your picture for our headline? We will credited it to you.
@inganggita Makanya kalo pemerintah gencar membangun infrastruktur tuh didukung, bukan malah dihujat, malah blg ngabisin anggaranlah, ngga pentinglah. Maaf harus ngomong gini, krn msh banyak org Indo yg menolak kemajuan, masih banyak yg pengen tetap jadul.
@indepenSumatera Gua pernah baca lupa di mana ya'juj ma'juj itu kan dikurung di dalem tembok zulkarnain. Ada yang bilang temboknya ditemuin di daerah perbatasan turkmenistan-uzbekistan
@PresidenKopi sebelum ngebanding2in perhatikan dulu beberapa faktor:
1. medan yang dilewati apakah sama?
2. apakah pembebasan lahannya sama?
3. apakah teknologi yang digunakan sama?
kritis boleh ngoposisi jangan
Kirim anak-anak ke barak, terus jadikan konten, sambil jelek-jelekin ortu si anak. Oke gua gak suka bawa masalah pribadi, tapi karena doi duluan, bukannya elo juga cerai ya? Dan istri lo malah mocking lo dalam statemennya ke publik.
@tanyarlfes buat yang gatau dan udah kadung keprovokasi, harta warisan yang diambil di sini adalah warisan yang gak ada ahli warisnya yang sah secara hukum. misalnya suami istri yang gapunya anak
@reminisjean @DavidBeatt@beacukaiRI kayaknya ada yang salah kaprah soal "pajak" di sini. Yang dimaksud "pemungut pajak" di sini maksudnya jatah preman atau ormas yang biasa ada di pasar2, bukan pajak yang ditarik negara.
Karena di masa kekhalifahan pun ada pajak dan cukai yang ditarik negara
Zhang Yimou, 15.000 penampil, aksi Li Ning yg terbang menghidupkan api Olimpiade. Sungguh menggetarkan.
Opening Ceremony Olimpiade terbaik dalam sejarah!
Jadi Paris, mohon maaf Opening Ceremony-mu malam ini terasa hambar dan tidak berjiwa. Membosankan dan biasa2 saja.
When the KGB attempted to blackmail Indonesian President Sukarno by presenting him with videotapes that purportedly showed him engaged in sexual activities with Russian women posing as flight attendants, Sukarno did not react with dismay or embarrassment.
Instead, he was reportedly pleased with the footage and even requested additional copies.
Sukarno intended to showcase these videos back in Indonesia, seemingly as a point of pride regarding his sexual prowess and as a victory over the alleged espionage.