di umur sekarang, kayaknya kita bukan lagi cari seseorang yang suka ngasih bunga atau coklat, tapi yang ngasi kita rasa aman dan tenang, yang komunikasinya jelas, niatnya ngga abu-abu, dan kehadirannya ngga bikin kita bertanya tanya apakah kita layak ada diposisi ini. maybe that's what "ready" actually means.
when ๐ yah ๐ ada ๐ hari ๐ dimana ๐ kita ๐ gak ๐ perlu ๐ khawatirin ๐ career ๐ pressure ๐ academic ๐ pressure ๐ dan ๐ semua ๐ pressure ๐ lainnya ๐๐๐
tolong ๐ก jangan ๐ก janjiin ๐ก hal ๐กsekecil ๐กapapun ๐ก ke ๐ก aku ๐ก๐ก if ๐ก you ๐ก don't ๐ก mean ๐ก it ๐ก๐ก karena ๐ก AKU ๐ก JADI ๐ก BERHARAP ๐ก DAN ๐ก NUNGGUIN ๐ก KAMU ๐กNEPATIN ๐ก JANJI ๐ก ITU ๐ก๐ก๐ซต๐ป
Ya Allah nikahkan aku sama laki2 yg jatuh cinta sama aku setiap hari seumur hidupnya. tp yg tipe ku ya Ya Allah soalnya aku kurangajar sama cowo yg bukan tipe ku ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
i loOoOovee being called 'sayang'. like it's the softest, prettiest and sweetest word 'iyaa sayang' 'sayangkuuu' 'kenapa sayang?' literally just a word, but it makes me feel so loved. ๐ค๐ค
Bukti paling valid kalo kamu ada di hubungan yang aman itu bukan pas lagi seneng-senengnya, tapi pas kalian lagi berantem hebat. tetep bisa ngeluarin unek-unek tanpa ada rasa takut sedikitpun kalau besok bakal ditinggalin. knowing they won't walk away when things get hard is the highest level of security.
You can be angry, honest, even disappointed, tanpa takut semuanya berakhir cuma karena lagi ada masalah. that kind of safety is rare.