Fun Fact
Anggaran MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun
Jika dana sebesar itu dialokasikan untuk bayar UKT Rp10 juta per semester, maka: 4,18 juta mahasiswa bisa kuliah gratis sampai lulus S1
Setiap tahun, lulusan sarjana di Indonesia cuman 1,2 juta
Jadi, Anggaran 1 Tahun MBG bisa membiayai seluruh mahasiswa angkatan 2021, 2022, dan 2023 💀
Good morning. Woke up to $1 now equals 18.100 rupiah. Pertamax has risen from Rp12.300 to Rp16.250, and 5kg rice from Rp75.000 to Rp90.000. If you see nothing wrong with Indonesia's current fucked-up situation, you're either a nepo baby or braindead assholes who voted for 02.
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
gua cringe karena gua bisa romantisasi hal-hal kecil yang berkeliaran di hidup gua, lu nganggep cringe karena lu ga bisa nemuin indahnya hal-hal yang ada di hidup lu
Gue pernah baca dimana gitu intinya di negara ini lu ga boleh salah jalan dari awal:
1. Belajar yg pinter dari SD-SMP biar dapet SMA Favorit
2. Masuk SMA Favorit biar bisa lolos PTN Top Tier
3. Masuk PTN Top Tier biar bisa masuk kerja ke BUMN, Top FMCG, maupun Big 4.
we get bachelor degree at very young age but we can do nothing with it because our job market sucks and our government full with people who don’t even have degrees
"lagian si op maksa jadi engineer padahal gaji ortu cuma segitu, kalo jurusan lain juga ga bakal se sesek itu" GOD FORBID KIDS HAVE THEIR OWN DREAMS I GUESS??? negara gila bikin rakyatnya jadi ikutan gila
For me Barbie was the first feminist icon in animation. Endless careers, no prince needed, just a girl showing other girls they could be anything. That’s why we were all obsessed
gini lah salah satu efek budaya yg obsessed sm productivity, people start measuring human worth through ambition and output. padahal kalo kasusnya kondisi mental yang buruk, itu bisa bener bener debilitating. depression slow people down, drain their energy, make ordinary things
Ngga usah repot repot ganti Mentri Keuangan, pak.
Kalo bapak umumkan program MBG dan Kopdes dihentikan, mau mentrinya monyet juga itu IHSG pasti ijo pak 🙂