Aku semenjak kerja di FAT, menyadari satu hal... Diluar orang yang kerja bidang ini gak akan pernah mengerti betapa stressnya org FAT kerja dgn deadline dan closingan.
Mau kita berusaha jelaskan pun, mereka ga bakal paham. Yang ada malah mocking "kok mau disuruh lembur"
Tapi ada orang yang could not afford to have hobbies, sih. Misalnya karena hidupnya in survival mode terus, bisa istirahat aja udah privilege buat mereka. So for them to find some fixations to be all passionate about, it’s almost impossible.
Ada nih temen w. Anak Gen Z tapi posisinya udh bussiness plan manager di perusahaan fmcg. Tapi emang anak old money jg si 🙂
Pagi tennis, ngantor sampe sore, malemnya gym, apalagi weekend update-an storynya gaberenti2 🙂
Atasan nyebelin? Selama nggak abusif dan masih bisa ditolerir, telan dulu aja kelakuan ngeselinnya. Tahan-tahanin. Kamu lebih butuh dia daripada dia butuh kamu. Kurangin baperan dan ngambekan.
Udah punya atasan yang baik, gak pelit, dan peduli sama kesejahteraanmu? Jangan ngelunjak. Berusahalah sebaik mungkin supaya kamu dipertahankan, kalau perlu jadi karyawan kesayangan.
Buat laki2 yg egonya kesenggol tweet ini, yg bilang perempuan nggak bisa mandiri tanpa laki2…
Kenyataannya: Perempuan itu lebih bisa mandiri, hidup sendiri, daripada laki2.
Ketika berpisah, siapa yg lebih nabrak sana sini ngebet punya pasangan lagi? Ya laki2.
Jujur gw baru nyadar kalau akar ketimpangan di Indonesia ternyata dari pendidikan, semua ketidakadilan jadi sangat make sense.
Pemerintah gak mau kita pinter karena akan membuka akses ke ekonomi, yang menuntun ke kebebasan menentukan pilihan.
🧠 : aku harus punya pendidikan tinggi, punya bisnis sendiri, punya banyak pencapaian.
tapi, mau sekuat dan seambisius apapun aku, pada akhirnya aku hanya ingin nanti anakku bangga punya ibu seperti aku.