saking udah gatau lagi gimana caranya agar suara kita didengar oleh presiden, permintaan yang diwakilkan oleh wakil ketua BEM UI ini kerasa bgt hopelessnya. kaya kita tuh cuma mau didenger loh, kita cuma minta hak kita, kita cuma minta pemerintah berpihak kepada rakyat.
@biduanssa anak kita ga bisa pilih siapa bapaknya, tapi kita bisa pilihin bapak buat anak kita, so be careful and be wise gurlsss dalam memilih pasangan 🥹
Suatu Pagi di IGD, seorang bapak datang bersama putranya.
Saya memperhatikan tubuhnya sejak ia masuk pintu IGD. Badannya kurus sekali. Keringat membasahi pelipisnya. Tangannya gemetaran.
Matanya menonjol, seperti selalu terbelalak. Leher bagian depannya tampak sedikit membesar. Napasnya cepat.
Saya menyapa beliau dan putranya dengan senyum.
“Halo, Pak.”
Beliau menatap saya lama. Bibirnya bergetar.
“Dok... lupa ya... sama saya?”
Suaranya terdengar bergetar, seakan ada gemuruh di dalam dadanya.
“Dokter... yang bantuin... saya waktu Covid.”
Bicaranya patah-patah, tetapi cepat sekali, sampai saya butuh beberapa detik untuk memahami.
Seketika saya ingat.
Bapak ini dulu pasien saya. Yang paling saya ingat, beliau romantis sekali dengan istrinya. Selama di rumah sakit, mereka hampir selalu bergandengan tangan. Istrinya selalu duduk di samping ranjang, memandang beliau seperti sedang menjaga separuh hidupnya.
Perubahan tubuhnya hari itu membuat saya pangling. Terutama matanya yang menonjol.
“Oh iya, Pak. Saya ingat. Ibu apa kabar?”
Putranya yang menjawab.
“Ibu sudah enggak ada, Dok. Hashimoto disease. Bapak kena Graves’ disease.”
Saya terdiam sebentar.
Graves’ disease adalah penyakit autoimun yang membuat kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid berlebihan. Kondisi ini disebut hipertiroid.
Itu menjelaskan banyak hal.
Kenapa bapak menjadi kurus sekali. Kenapa matanya menonjol dan Kenapa tangannya tremor.
“Agus, Bapak ke bed satu ya. Cek suhu, pasang oksigen, monitor tanda vital.”
“Mari, Pak.”
Putranya melanjutkan cerita.
“Ibu dulu hipotiroid, Dok. Lemas terus. Lemaknya jadi enggak terkontrol. Jantungnya bengkak. Daya pompanya turun. Sampai akhirnya kena serangan jantung.”
Saya mengangguk pelan.
Pedih sekali.
Suami istri ini seperti memiliki takdir yang saling bercermin. Masalahnya sama-sama di kelenjar tiroid, tetapi bergerak ke arah yang berlawanan.
Kelenjar tiroid itu seperti knop kompor di tubuh manusia. Ia mengatur sebesar apa api metabolisme menyala.
Kalau apinya terlalu besar, tubuh masuk ke keadaan hipertiroid. Jantung berdebar, tubuh gemetar, berat badan turun, keringat berlebihan, dan organ-organ bekerja terlalu cepat.
Kalau apinya terlalu kecil, tubuh masuk ke keadaan hipotiroid. Badan lemas, metabolisme melambat, berat badan mudah naik, kolesterol terganggu, jantung ikut terbebani.
Dua-duanya berbahaya.
“Dalam lima bulan terakhir, Bapak sudah enggak mau minum obat rutin, Dok,” kata putranya. “Hari ini ke sini karena mual, muntah-muntah, dan diare.”
Saya menatap putranya.
“Enggak minum obat lima bulan?”
Ia mengangguk khawatir.
Apa pun yang dikhawatirkan putranya, saya sepuluh kali lebih khawatir.
“Dok!”
Agus berteriak dari sisi ranjang.
Saya menoleh ke monitor.
Nadi 150. Lalu naik terus.
“Suhu 39,5 derajat,” lapor Agus.
Di dalam kepala, saya mulai menghitung skor Burch-Wartofsky.
Demam. Takikardia. Gejala saluran cerna. Gangguan sistemik. Riwayat putus obat.
Angkanya bergerak cepat di kepala saya.
25 + 10 + 10 + 20.
Ini Badai tiroid.
Saya mendekat ke pasien.
“Agus, pasang infus.”
“Siap, Dok.”
“Bowo, cek darah. Pasang kateter, cek urinnya. Ella, ambil RL, siapkan PTU tablet 600 mg, paracetamol drip, bisoprolol, sama dexa ampul.”
Saya memeriksa leher bapak. Teraba pembesaran tiroid, dan terdengar bruit halus di sana. Aliran darahnya deras, seperti organ kecil berbentuk kupu-kupu di bawah jakun itu sedang bekerja terlalu keras.
Lalu saya menempelkan sensor EKG di dada beliau.
“Pak, jangan tidur dulu ya, Pak.”
Beliau mengangguk.
Anehnya, ia tersenyum.
Kami mengelilingi bapak. Semua sibuk, tetapi setiap orang tahu tugasnya.
Saya membaca monitor tanda vital dan EKG. Angka dan grafik di sana membuat dada saya ikut tegang.
“ini SVT. Tensi mulai turun.”
Semua menengok ke monitor.
“Perlu kardioversi.” saya melihat ke tim saya.
Mereka paham. Kardioversi berarti memberi kejutan listrik ke jantung dengan energi terukur, untuk mengembalikan irama jantung ke jalur yang benar.
Gua punya tetangga sebut aja Mbak Dian yang pernah cerita sesuatu yang bikin gua diam cukup lama setelah dengerin.
Dia bilang suaminya adalah orang yang paling ngingin punya anak dalam pernikahan mereka.
Semangat banget.
Antusias banget.
Sampai akhirnya Mbak Dian hamil dan realitanya jauh banget dari ekspektasi.
Selama hamil, suaminya tidak peka sama sekali. Badan pegal, lelah, kerjaan menumpuk tapi diperlakukan seperti orang yang tidak hamil. Waktu Mbak Dian mau makan sesuatu yang dia mau, suaminya malah bingung itu ngidam atau bukan dan akhirnya tidak beliin sama sekali.
Mbak Dian yang beli sendiri.
Dengan kondisi hamil. Sendiri.
Setelah melahirkan lebih parah lagi.
Di masa nifas dia nemuin suaminya hampir pernah mau selingkuh selama kehamilan dan nemu banyak konten yang tidak seharusnya.
Jahitan belum sembuh, bayi diurus sendiri, bergadang sendiri, mastitis yang sakitnya luar biasa tapi suaminya malas bahkan untuk pijat oksitosin yang dokter anjurkan.
Dan waktu Mbak Dian minta pegang bayi sebentar supaya bisa makan dengan tenang baru lima menit suaminya sudah nanya kapan selesainya dengan nada tidak sabar.
Mbak Dian sampai bilang ke suaminya dengan nada yang dia sendiri tidak menyangka bisa keluar dari mulutnya satu anak aja kamu tidak bisa urus, jangan sampai minta kedua ketiga apalagi keenam.
Dan dari pengalaman itu Mbak Dian jujur bilang dia kapok punya anak lagi.
Gua tidak mau judge siapapun di sini.
Tapi dari cerita Mbak Dian ada beberapa hal yang perlu dibahas dengan jujur dan tanpa basa-basi.
Pertama keinginan punya anak yang besar tanpa dibarengi kesiapan dan ilmu parenting yang setara itu berbahaya.
Bukan cuma berbahaya untuk si ibu, tapi untuk anaknya juga.
Karena anak yang lahir ke keluarga di mana ibunya burn out, tidak di-support, dan menanggung beban sendirian tumbuh dengan fondasi yang rapuh.
Kedua menjadi ayah bukan hanya soal mencari nafkah.
Ini yang masih sangat banyak laki-laki Indonesia salah kaprah.
Provide materi itu penting, tapi presence hadir secara fisik dan emosional dalam pengasuhan itu sama pentingnya.
Anak tidak butuh ayah yang rekening tabungannya tebal tapi tidak pernah pegang dan main sama mereka lebih dari lima menit.
Ketiga dan ini yang paling jarang dibahas perempuan berhak menentukan mau punya anak berapa.
Bukan keluarga besar, bukan tradisi, bukan tekanan sosial, bukan suami yang minta nambah tapi tidak mau nambah tanggung jawab.
Mbak Dian bilang sesuatu yang sangat valid lebih baik sedikit tapi anak dapat pengasuhan maksimal dari kedua orangtuanya daripada banyak tapi tidak ada yang benar-benar hadir untuk mereka.
Punya anak itu bukan achievement yang bisa diklaim. Punya anak itu tanggung jawab dua orang yang harus dibagi sama rata dari kehamilan, persalinan, menyusui, bergadang, sampai tumbuh kembang. Kalau dari awal sudah tidak seimbang, jangan heran kalau salah satunya sampai bilang kapok.
Hari ini kebetulan lagi libur kerja.
Aku ke pasar, minta dianter istri. Pengen makan masakan rumah.
Sampai di sana malah bingung mau beli apa.
Motor kuparkir tepat di depan tukang tahu kopong.
Entah kenapa, langkahku langsung berhenti.
Tiba-tiba ingatan itu datang.
“Mah… kan almarhum Bapak dulu waktu aku kecil paling suka sayur lodeh pakai tahu kopong. Tolong beli ya, Mah. Ayah pengen sayur lodeh yang kayak gitu.”
Kalimat yang sederhana.
Tapi rasanya menyesakkan.
Baru sekarang sadar, hal-hal kecil yang dulu kita anggap biasa saja, ternyata justru menjadi momen-momen terbesar dalam hidup kita.
Dan di dalam hati, cuma ada satu keinginan:
andaikan Bapak masih ada…
pengen banget ngajak beliau makan. Apa saja. Terserah beliau mau apa.
Karena ternyata, yang bikin rindu itu bukan makanannya.
Melainkan orang yang dulu duduk di meja rumah itu.
Waktu memang tak akan pernah kembali.
Sedetik pun tidak akan pernah kembali
Alfatihah Bapak ……..🙏🏻
𝐑𝐞𝐤𝐚𝐩 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐊𝐞𝐫𝐚𝐜𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐌𝐁𝐆 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟔
𝐉𝐀𝐍𝐔𝐀𝐑𝐈
Jambi
- 30 Januari, Muaro Jambi: 145 kasus
Jawa Barat
- 27 Januari, Cianjur: 273 kasus
- 28 Januari, Sukabumi: 31 kasus
Jawa Tengah
- 8 Januari, Semarang: 75 Kasus
- 9 Januari, Grobogan: 803 kasus
- 29 Januari, Kudus: 450 kasus(118 dirawat)
Jawa Timur
- 13 Januari, Mojokerto: 433 kasus
- Surabaya 106 siswa
Nusa Tenggara Timur
- 30 Januari, Manggarai Barat: 132 kasus
Sulawesi
- Kendari 66 korban
- Majene 50 korban
Wilayah lainnya
- Bima (NTB) 57 korban
- Kupang (NTT) 21 korban
- Lebak (Banten) 18 korban
𝐅𝐄𝐁𝐑𝐔𝐀𝐑𝐈
Jawa Timur
- 6 Februari, Jember: 112 Kasus
Kalimantan Barat
- 5 Februari, Singkawang: 56 kasus
- 6 Februari, Ketapang: 340 kasus
Sumatera Barat
- 6 Februari, Dharmasraya: 167 kasus
Maret 2026
April 2026
Mei 2026
Juni 2026
Juli 2026
Agustus 2026
September 2026
Oktober 2026
November 2026
Desember 2026
Per tahun 2025: 21.254 kasus
Lagi rame soal Epstein Files, Lu liat Epstein Epstein Mulu, cuma ga tau apaan? Sini gua jelasin biar ga keliatan bego.
Kenalin Jeffrey Epstein, Seorang finansier Amerika Serikat yang terkenal karena terlibat dalam kejahatan seksual dan perdagangan manusia, khususnya terhadap anak di bawah umur.
Apa yang Jeffrey Epstein lakukan?
- Merekrut dan memperdagangkan anak perempuan di bawah umur. Dipaksa untuk melayani Epstein ataupun "Tamu"
- Melakukan pelecehan dan kekerasan seksual dengan iming iming uang, Pemaksaan dan Child Grooming.
- Punya koneksi ke nama nama besar seperti Politisi, CEO perusahaan besar
Lalu dimana Jeffrey Epstein saat ini?
- Ditemukan meninggal di sel penjara Agustus 2019, tepat sebelum pengadilannya.
- Secara resmi dinyatakan bunuh diri, namun menimbulkan banyak kecurigaan dan bikin kasus ini sangat kontroversial.
- Gosip bilang dia sengaja dibunuh untuk menutupi nama nama besar. jadi bunuh dirinya Settingan
Kasus Hukum Epstein
- Jeffrey Epstein pernah di penjara pada tahun 2008 atas tuduhan yang sama yaitu memperdagangkan anak perempuan di bawah umur. Namun hukumannya ringan dan dia hanya dipenjara 13 bulan, sebagian besar dengan izin keluar siang hari. Kesepakatan ini juga untuk melindungi pihak lain yang terlibat.
Lalu apa itu Epstein Files?
- Epstein Files ini bukan File pribaid Epstein yang tiba tiba bocor ke publik.
- Ini adalah kumpulan data dari saksi, pengadilan, arsip hukum dan pengadilan panjang yang saat ini di izinkan dibuka untuk konsumsi publik.
- Data tersbut berupa Dokumen pengadilan, Kontak dengan Ghislaine Maxwell (partner Jeffrey Epstein yang masih Hidup), Catatan resmi pesawat pribadi Epstein, catatan pribadi Epstein, File pengadilan yang tersegel dibuka karena tekanan publik.
Apa yang terjadi dengan orang orang yang di mention di Epstein Files?
- Banyak nama nama terkenal seperti Trump, Founder Victoria Secret, Prince Andrew(Inggris) dan masih banyak lagi.
- Namun perlu dipahami Disebut / muncul ≠ terbukti bersalah.
- Nama nama ini disebut dari kesaksian korban, flight logs, catatan epstein, dan data lainnya. Jadi nama yang disebut belum tentu terbukti bersalah.
- Faktanya dari nama tokoh besar yang disebut, tidak ada satu pun yang diperiksa, dipanggil ke pengadilan atau bahkan dihukum.
Baru baru ini Epstein Files dikaitkan dengan Crypto karena ada muncul pembahasan Bitcoin dan Micheal Saylor
- Epstein hanya terlibat di Seed round investasi project crypto Blockstream.
- Epstein hanya terbukti punya partisipasi awal di dunia investasi Bitcoin. Banyak berdiskusi soal Bitcoin, namun menolak Bitcoin sebagai bentuk investasi
- Bapak Saylor muncul dalam satu email yang termasuk dalam dokumen Epstein, Dia nyumbang $25.000 untuk sebuah pesta.
- Seorang publicist (PR) menggambarkan Saylor dengan komentar pribadi (misalnya mengatakan dia “aneh” secara sosial), tetapi tidak ada kaitan dengan aktivitas kriminal Epstein atau Bitcoin itu sendiri.
- Tidak ada dokumen yang menyebut Epstein menggunakan Bitcoin untuk kejahatan
Kenapa ini jadi rame banget?
- dari kasus ini cuma Epstein dan partner yang dihukum
- udah ada korban speak up, tapi rata rata diam karena diselesaikan via duit.
- Kasus lama dan kedaluwarsa
- Epstein meninggal menyebabkan saksi utama hilang
- Sistem hukum gagal menyentuh lingkaran kekuasaan elite
- Kebenaran penuh soal pelaku dan korban epstein kemungkinan tak pernah terungkap.
Epstein Files adalah simbol kegagalan sistem hukum dalam menghadapi kekuasaan dan uang.
::
Gaes, tolong Kelen jadilah saksi : Aku ga ikutan dlm kegilaan Prabowo ikut bergabung di Board of Peace.
Aku setia sampai mati mendukung Palestina dan anti Isra'Hell' dan antek²nya.
Ini pilihanku.! Apapun resikonya.
#FreePalestine#FreePalestine
••
Yg beginian kalian pilih, kalian tangisi, kalian bela.
Fcuk you para pemilih dan influencer 02.
Fcuk you!!!!
Kalian punya andil atas siswa2 yg keracunan, korban bencana yg tidak dibantu dan menjadi pro zionis
Fcuk you!
Keracunan MBG di Indonesia 2026 :
08/01/26 di Semarang (75)
09/01/26 di Grobogan (803)
10/01/26 di Mojokerto (411)
12/01/26 di Majene (61)
12/01/26 di Wonogiri (206)
13/01/26 di Pekalongan (15)
13/01/26 di Siak, Riau (21)
17/01/26 di Lombok Tengah (38)
20/01/26 di Tulungagung (123)
20/01/26 di Kulon Progo (104)
21/01/26 di Magelang (80)
22/01/26 di Tulungagung (15)
23/01/26 di Aceh Timur (19)
23/01/26 di Tulungagung
23/01/26 di Gunungkidul (57)
26/01/26 di Tomohon (180)
27/01/26 di Cianjur (300)
27/01/26 di Tuban (14)
28/01/26 di Sukabumi (19)
28/01/26 di Buol, Sulteng (141)
28/01/26 di Kudus (600)
29/01/26 di Manggarai Barat (132)
30/01/26 di Grobogan (8)
30/01/26 di Muaro Jambi (45)