Musim teror aktivis hak asasi manusia telah kembali.
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 12 Maret 2026 malam. Sebanyak 20 persen permukaan tubuhnya melepuh, termasuk mata kanannya. Para dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sudah mengobservasi dan membedah matanya untuk menyelamatkan penglihatan Andrie.
Andrie, 28 tahun, baru pulang dari kantor YLBHI rekaman siniar tentang remiliterisasi. Sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, Andrie aktif dalam tim pencari fakta mengungkap pelaku kerusuhan demonstrasi Agustus 2025.
Ia memang aktif menolak perluasan militer di ranah sipil dan advokat korban-korban ketidakadilan penguasa, terutama aparatur hukum yang semena-mena terhadap warga negara. Misalnya, ia mengadvokasi kematian Afif Maulana yang diduga akibat kekerasan polisi.
Di Berkala Fajar edisi hari ini kami menurunkan edisi khusus tentang teror kepada aktivis: kronologi detail penyiraman air keras, profil Andrie Yunus dalam rekaman fotografi, mereka yang pernah menjadi korban teror air keras, mengapa air keras jadi alat teror paling lazim, dan perdagangan air keras yang dijual bebas. Hanya di https://t.co/MR22quwcLm
#TempoPlus
Fatih (8) sempat makan burger dari paket MBG berisi burger, pisang, & kacang
setelah itu F ngeluh sakit, dibawa ke RSUD Lagita. kondisinya memburuk & tidak sadarkan diri
kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara & menghembuskan nafas terakhir 🥹🥀
namun polisi & wakil BGN membantah kejadian ini (cont..)
Jika hutan mereka habis oleh tambang dan lingkungan mereka tercemar, lantas dimana mereka akan hidup setelah itu, siapa yang akan bersuara memperjuangkan hak mereka 😭
Suku Tobelo Dalam, yang juga dikenal sebagai O'Hongana Manyawa, adalah kelompok masyarakat adat yang tinggal semi-nomaden di pedalaman hutan Pulau Halmahera, Maluku Utara
Kapan hutan mulai rusak? Ketika hutan di kelola oleh negara. Negara menjual hutan adat untuk kepentingan mereka yang jauh dari lingkungan adat tersebut. Penjajahan
Kriminalisasi terhadap Tarsius Fendy kini memasuki tahap praperadilan yang akan berlangsung pada 25 Februari hingga 6 Maret. Ironisnya, ketika masyarakat adat berjuang mempertahankan tanah dan hutan mereka, justru mereka yang terancam dipenjara, sementara perusahaan yang merusak hutan adat dan menggusur warga seolah tak tersentuh. Menjaga hutan dan menjalankan hukum adat bukan tindakan kriminal, bebaskan Fendy!
[Sejarah Mencatat: Tahun Ini, Keadilan Dikubur Hidup-Hidup oleh Mereka yang Berseragam]
Dari tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, Gama, Arianto Tawakal, sampai penangkapan 6.719 aktivis—penangkapan terbesar sepanjang sejarah Indonesia—kita diingatkan bahwa demokrasi tak lagi hanya digembosi, tapi dalam keadaan sekarat.
Jangan diam! Sebab suara rakyat adalah senjata yang paling ditakuti oleh rezim yang terus melanggengkan ketidakadilan.
Dukung mereka yang ditahan. Mari bersolidaritas, suarakan sampai semua bebas! 🕊️✊
Follow @berhakprotes
https://t.co/7M6NyBtoFY menjadi bagian dari Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK).
#lawan #sampaimenang #Bebaskanseluruhtapol #bebaskankawankami #brutalitasaparat
Malang, 29 Agustus 2025.
Polisi tak segan-segan menembakkan gas air mata tepat di depan Rumah Sakit Saiful Anwar. Keselamatan pasien rumah sakit atas paparan gas air mata saja diacuhkan, apalagi keselamatan kami yg di jalanan.
KONSISTEN BENGIS 🤮
🚨 ALERTA 🚨
Kami baru saja mendapat info, bahwa ada salah satu massa aksi yang ditembak secara brutal oleh polisi biadab, di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur. Setelah jatuh pun, korban masih dipukuli.
Polisi emang gak pernah bosan untuk mencoba membunuh warga sipil!