Jujuurr jadi ga gitu suka latihan legs sejak kebutuhan latihannya buat lari karna harus ada single leg exercises π« Tapi yha harus dilakukan anyway karna aku lebih ga suka cedera π«
Jadi kadang kayak mikir "dia orang Indonesia, ngerti bahasa Indonesia, yaudahlah capek gue ngomong Bahasa Inggris, toh bukan lagi niat improving English anyway".
Salah satu hal yang bikin kagum sama Marissa Anita tuh dia bisa, pinter, lancar Bahasa Inggris, tapi di tengah temen temennya di podcast itu, dia mostly tetep pake Bahasa Indonesia. I mean I don't mind Indonesian talking in English, tapi yaa suka aja sih sama kebiasaan Marisa ini
Which reminds me dulu gue rutin dateng ke suatu acara tp banyak orang yang mostly pake Bahasa Inggris. Gue yha campur campur Jaksel style aja. Tapi kalau lagi capek, ya udah full Bahasa Indonesia aja. People never really declare speaking English (or Jaksel) is the norm anyway
Tolong jangan gunakan terma 'perilaku menyimpang" karena dalam PPDGJIII atau DSM-V itu sendiri, itu bukan merupakan penyimpangan. Cukup gunakan"perilaku" atau "perilaku yang gak sesuai kepercayaan anda/kita/kalian" karena gak semua kepercayaan juga menganggap LGBT "dosa".
Ga ngerasa pengen "bersaing" sama gay gay muscle itu. Bahkan pengen kayak mereka pun ga mau (karna susah DAN ga mau aja berusaha sekeras itu). tapi kalau soal lari, meski banyak yg lebih baik dari aku, jujuurr ambis untuk jadi pelari bencong kenchyaankk yang gak cuma kalcer doang