͏
𝖡͟𝗎͟𝗄͟𝖺͟𝗇͟ 𝖽͟𝗂͟𝗋͟𝗂͟ 𝗇͟𝖺͟𝗇͟ 𝖻͟𝖾͟𝗋͟𝗍͟𝗎͟𝖺͟𝗇 sebabkan titah rancu memberkat hipnosis kejam pada jiwa sendu. Dianggap luka sebab sembilu, hapus peduli meski tahu rasa indah itu telah menjadi abu.
͏
͏
𝖠͟𝗄͟𝗎͟𝗅͟𝖺͟𝗁͟ 𝗌͟𝗂͟𝗆͟𝖻͟𝗈͟𝗅͟ 𝗉͟𝖾͟𝗌͟𝖺͟𝗄͟𝗂͟𝗍͟𝖺͟𝗇͟ 𝗍͟𝖾͟𝗋͟𝗄͟𝗎͟𝗍͟𝗎͟𝗄. Nyawaku selalu dituntut seribu, namun rangkaian senduku hanya berbentuk angin lalu. Jika kutanyakan pada Tuhan, nyawaku masih berharga jawab-Nya.
͏