Berhubung banyak yg minta resep mie nyemek, ini gue jg dapet dr tiktok 😂
Gue skrg lg demen nyoba² eksperimen masak dr tiktok 😂👍 sumpah ini hasilnya enak.
Takarannya sesuai feeling aja kalo gue dikira²
Belakangan baru tahu ternyata ada yang baru daftar BPJS karena butuh operasi sesar anak pertama. Setelah persalinan selesai, iurannya berhenti dibayar sampai menunggak.
Pas hamil lagi dan ternyata harus operasi sesar lagi, BPJS sudah tidak aktif karena ada tunggakan, lalu ingin pindah ke skema PBI.
Kalau memang seperti itu, rasanya kurang adil. Program jaminan kesehatan dibuat untuk digunakan sekaligus dipelihara kepesertaannya, bukan hanya dipakai saat butuh lalu ditinggalkan.
Punya anak juga berarti siap dengan tanggung jawab, termasuk merencanakan kebutuhan kesehatannya.
@baseconvo Inituh kayanya karena mau ngaktifin saat itu juga, beda klo yg menunggu 14 hari biasanya cuman bayar 1 bulan aja. Btw ada yg punya link videonya??
Igun: Ma, lagi rame nih soal buka aib orang di medsos. Menurut Mama gimana?
Mama Dedeh: Haram itu. Allah bilang, siapa yang buka aib orang di dunia, di akhirat aibnya dibuka Allah. Jangan biasain ngomongin aib orang, wong kita sendiri juga punya aib.
Igun: Sekarang kan netizen suka ikut komentar urusan orang lain ya, Ma.
Mama Dedeh: Iya, sotoy, ngerasa lebih tahu dari yang punya masalah. Padahal dalam Al-Qur'an udah ditegaskan, jangan ngomong tanpa ilmu soal urusan orang lain. Telinga, mata, hati semua bakal dimintai pertanggungjawaban.
Igun: Soal suami yang nafkahi keluarga, itu wajib total ya, Ma?
Mama Dedeh: Wajib, tapi enggak berarti semua gaji harus diserahkan ke istri. Suami juga punya kebutuhan sendiri — bensin, keperluan orang tua. Kalau istri ambil semua sampai suami enggak sisa apa-apa, itu enggak sesuai ajaran.
@atokdalangs4 Kerja di bidang pelayanan tuh sebenernya fisik nggak terlalu capek banget, tapi batinnya serasa dikoyak-koyak, karena menahan rasa kesal dengan modelan customer seperti itu capeknya sampe batin
Jujur ya gue kalau dibentak pasien walaupun nyoba tenang pasti seharian hati terganggu, resah, bahkan gemeteran sampai pulang.
STOP INTIMIDASI DOKTER & NAKES
KDM: ASN Pikirannya Cuma Tukin
***
Di pikirannya apakah outcome dan benefit, output, outcome dan benefit?
Tidak. Di pikirannya adalah tukin.
Hampir enggak ada. Saya menemukan idealisme tentang cita-cita besar.
Apalagi negara berkemakmuran, enggak ada. Sempit.
Obrolan yang dibicarakan dalam diskusi di antara mereka, enggak pernah ngomongin bangsa ke depan.
Enggak pernah bagaimana menguasai. Tidak pernah.
Yang diomongin adalah TUKIN!!!
***
LAH YANG MESTINYA NGURUS IDEALISME SAMA CITA-CITA BANGSA MAH PEMERINTAH PAKKKK.
TUGAS PEJABAT. TUGAS PEMERINTAH.
UMBI YA BENER NGOMONGIN TUKIN BJIRRRRR
Juminten berjualan bando rajut Rp10.000 di Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, setiap hari.
Dari penghasilan itu dia gunakan untuk bertahan hidup bersama kucingnya bernama Bima yang sudah menemaninya selama sembilan tahun.
Kreatif: Rega Almuhtada
Produser: Akhdi Martin Pratama
#Bando #Kucing ##review
Nahkan bener ada yg unik, tapi hari ini bukan tentang kasus pemeriksaan. Mumpung masih anget, coba kuceritain disini ya.. Jadi begini ceritanya:
👴🏻: "Mas, mau daftar rontgen."
👨🏻💻: "Iya Pak, sudah ada surat pengantar? Saya sekalian pinjam KTP buat daftar ya."
(Pasien nyodorin surat + KTP, terus ngeluarin kartu BPJS)
👴🏻: "Ini Mas, sama ini kartu BPJS-nya."
👨🏻💻: "Oh, kartu BPJS-nya ndak usah Pak, saya daftarnya pakai KTP saja."
👴🏻: "Iya Mas, tapi ini nanti saya rontgennya mau pakai BPJS."
👨🏻💻: "Maaf Pak, untuk rontgen dengan pengantar dari klinik luar tidak bisa memakai BPJS," (berusaha tetap lembut).
👴🏻: "Loh kenapa nggak bisa? Kan saya punya BPJS, masa nggak boleh dipakai periksa?" (nada mulai tinggi).
👨🏻💻: "Boleh saja Pak pakai BPJS, tapi harus sesuai alurnya. Tidak bisa digunakan kalau Bapak langsung bawa pengantar dari klinik luar."
👴🏻: "Loh nggak bisa gimana?! Kemarin saya lihat di TikTok katanya periksa foto rontgen gigi bisa pakai BPJS!"
👨🏻💻: "Iya Pak, benar bisa. Tapi alurnya harus sesuai. Bapak periksa dulu ke PPK 1 atau dokter gigi keluarga. Nah, kalau dokter merasa Bapak perlu dirujuk, nanti Bapak dirujuk ke RS sini untuk periksa di poli gigi. Nanti dokter poli gigi RS ini yang kasih pengantar buat rontgen gigi kalau memang dibutuhkan."
👴🏻: "Alah ribet banget. Orang sakit mau periksa aja harus bolak-balik!"
👨🏻💻: (Dalam hati: Iya Pak, emang ribet sebenernya... 😭) "Iya Pak, memang aturan dari BPJS-nya seperti itu."
👴🏻: "Yaudah ini kalau bayar berapa?"
👨🏻💻: (Menyebutkan nominal tarif panoramik)
👴🏻: "Yaudah saya bayar aja, ribet banget mau pakai BPJS aja dipersulit gini!"
👨🏻💻: "Baik Bapak, silakan duduk dulu ya, saya proses pendaftarannya."
---
Fast forward akhirnya pasien selesai saya foto, dan langsung ke kasir buat bayar. Sambil nunggu, saya cuma bisa narik napas panjang.
Jujur, capek banget harus terus-terusan jadi "penjahat" di mata pasien. Bukan petugasnya yang mempersulit, tapi sistemnya memang begitu.
Keresahan saya: kenapa ya dari pihak BPJS sendiri maupun karyawan2nya jarang banget kelihatan aktif di medsos buat meluruskan misinformasi atau konten-konten clickbait yang menyesatkan?
Selama ini, yang mati-matian meluruskan info di X atau TikTok justru teman-teman nakes dokter, perawat, bidan, sampai rekam medis. Kami yang di lapangan yang harus "berhadapan" langsung sama pasien marah-marah gara-gara termakan konten TikTok yang infonya setengah-setengah.
Yuk, teman-teman BPJS, lebih aktif lagi dong buat edukasi publik secara langsung di medsos. Kasihan masyarakatnya bingung, dan kami di lapangan juga kelelahan harus selalu klarifikasi tiap hari. Semoga kedepannya bisa lebih sinergis ya! 🫠