hei aku tahu betul aku tidak bisa menjadi seperti wanita itu, aku adalah aku. tolong cintai aku sebagaimana adanya. dunia ini terlalu menuntutku banyak hal. dengan segala standar kecantikan dan standar lainnya. seolah aku selalu rasanya tidak layak jika aku harus melakukan-
mungkin terdengar bodoh, mungkin ada yang tidak paham bagaimana cara kerja hati dan pikiranku. tapi, aku tak berharap semua orang memahaminya. tapi, khusus kamu. kamu yang menjadi pasanganku. semoga jalan pikiranku yang rumit ini bisa kamu pahami ya.
nanti ketika waktunya tiba, semua hal yang menurutmu berisik, menganggu dan menyebalkan akan hilang. berbagai ocehanku tentang segala hal yang kulewati dihari itu, puluhan pesanku yang memenuhi notif layar handphonemu, kemarahanku tentang balasanmu yang seringkali lambat, dan-
sebab semua ketulusan yang kuberi itu memang tetap akan kuberi. sebab meskipun hati ini babak belur penuh dengan luka, ia masih penuh cinta juga. ia masih berharap juga bahwa ia akan dicintai sedalam caranya mencintai-
sedang rumit saat ini, aku hanya terselip di salah satu ruang kecil didalam pikiranmu itu kan? apakah aku masih sepenting itu? dalam hatiku sebenarnya masih ada harapan jawaban βiyaβ keluar dari mulutmu itu. semoga ketulusanku menembus kedalam hatimu. jika tidak tak apa-
aku bukan sesuatu yang bisa kamu lepas semudah itu, bahwa kamu tidak bisa membayangkannya karena terlalu menyakitimu. ah tenang saja, ini hanya hal yang aku inginkan. bukan berarti kamu harus memikirkan hal yang sama. aku tahu betul, mungkin dari sekian banyak pikiranmu yang-
semua tingkahku yang manja, terkadang cengeng, terkadang juga seperti anak kecil yang haus perhatian dan kasih sayang itu, dan bisa jadi nada tinggiku yang sedikit menakutimu saat mengomel itu, tidak akan ada lagi ? bagaimana jika itu terjadi ? ada sedikit harapan kecil bahwa-
dan kebetulan memang masih basah, jadi kalau ditimpa lagi, perihnya berbeda dengan goresan dikulit yang tanpa luka. itulah mengapa, sebagian orang mungkin bertindak lebih sensitif dari luka yang diberikan. sebab mungkin, hal kujelaskan diatas adalah jawabannya.
aku tidak tahu, ini apa namanya. entah karena hormon menstruasiku, atau memang betul kalau hatiku terdapat sayatan? pantas saja belakangan ini rasanya lain dari luka-luka yang sebelumnya. mungkin alasannya karena aku terus menimpa luka goresanku dengan goresan goresan baru-
apakah kamu akan bilang bahwa ia terlalu sensitif karena hal tersebut tidak begitu besar menurutmu? padahal dengan senggolan yang menurutmu bukan apa-apa itu bisa memperparah cedera yang sedang ia alami. sama halnya dengan perasaan. ia bukan sensitif, ia hanya terluka.-
aku hanya terluka. bahkan dengan hal sepele yang kamu anggap bukan apa-apa. tapi jika kamu melakukannya kepada orang yang sedang terluka hal itu tetap akan menjadi sesuatu. seperti menyenggol, yang mungkin sepele, namun jika kamu menyenggol bahunya yang sedang cedera bagaimana?-
hingga yang harusnya luka kering, justru bertambah basah dengan rentetan luka baru lainnya. pantas saja sakit sekali meskipun hanya kejadian kecil sekalipun. karena goresannya dilakukan dihatiku yang masih basah dengan luka-luka sebelumnya. jadi jangan sebut aku sensitif-