✅ REKOR : Persib Bandung jadi tim Indonesia PERTAMA yang sukses meraih kemenangan di laga away menghadapi tim Korea Selatan. 👏🤯
Catatan tim Indonesia sebelumnya ketika away ke Korea, 10 main, 10 kali kalah.
Tradisi Sindikalisme tidak akan bisa berkembang jika kesadaran hanya berkembang di dalam pabrik oleh buruh, perlu ada dukungan di berbagai layer; Persaudaraan Pekerja—membangun garda pertahanan pabrik, dan jg divisi profesional penggerak bisnis yg akan di Kolektifisasi, etc*
Inti argumen ini khas logika kolonial pasca Politik Etis: ketidakdewasaan or “onmondigheid”. Krn rakyat belum dewasa, maka hak2nya di-wali-kan atau “voigdij” kpd negara sampe momennya tiba kelak nanti.
Sejarah otoritarianisme di Indonesia berdiri tegak di atas pondasi nalar ini
Gaurav Srivastava "menyusup" ke keluarga Prabowo Subianto dan elite di Indonesia untuk mendapatkan kontrak pertahanan.
Pura-pura menjadi agen Central Intelligence Agency (CIA).
#TempoPlus
•
#Alerta
Pada tanggal 30 Juni 2026, PT Murni Nusantara Mandiri melakukan penerobosan lahan adat milik Marga Kwipalo di Distrik Jagebob.
Selasa Pagi Bapak Vincent bersama keluarga ke Dusun Buscar setelah menerima telepon dari pihak PT MNM, Bapak Mister Li, mengenai adanya pembongkaran di daerah perbatasan dengan Marga Blojai.
Setibanya di Dusun Bevak (rumah singgah) Buscar, Bapak Vincent menemukan alat berat buldoser milik PT MNM sedang membongkar lahan milik Marga Kwipalo untuk pembangunan jalan proyek PSN tebu dan bioetanol.
Di lokasi tersebut terdapat warga dari KOA, Marga Kwipalo asal Kampung Poa, serta aparat TNI dan Polri. Setibanya di sana, terjadilah adu argumen antar-marga. Diduga, Marga Kwipalo dari Kampung Poa diadu domba oleh pihak PT MNM di atas hak ulayat Marga Kwipalo. Selain itu, terdapat pos aparat TNI di dekat Dusun Buscar yang mengawal proyek tersebut.
Dampaknya, keluarga terpecah dan diadu domba dengan melibatkan ketua adat setempat. Marga Kwemo serta Marga Kwipalo dari Kampung Poa digunakan untuk menerobos wilayah adat Marga Kwipalo.
Sejak awal hadirnya Proyek Strategis Nasional di Merauke, Marga Kwipalo telah bersepakat untuk tidak menjual atau menyerahkan dusun mereka kepada PT Munir Nusantara Mandiri, anak perusahaan PT Global Abadi Papua yang mengelola proyek tebu dan bioetanol di Klaster 3, Wilayah Jagebob 10.
#stopdevorestasi #hentikanperampasantanahadat #stopPSN
Lima intelektual Papua, Benny Giay, Socratez Sofyan Yoman, Neles Tebay, John Rumbiak hingga Jose Alvan Ohei yang orang panggil Kaka Jose, dorang lima tokoh ini bisa jadi referensi untuk membaca pertarungan pemikiran tentang Papua, dan bukan hanya sekadar punya ide yang berbeda. Dorang punya cara yang mendasar dan berbeda untuk membaca masa depan Papua, asumsi dasar yang berlainan tentang apa sebenarnya akar masalah, kemana jalan pembebasan itu, dan siapa yang berhak untuk memimpin transformasi.
Ini adalah pertarungan hegemoni yang dalam pengertian Gramsci—pertarungan untuk mendefinisikan “akal sehat” yang membentuk cara generasi muda Papua memahami dorang pu diri sendiri.
Pertanyaan yang selalu mengganjal adalah: Paradigma mana yang akan bentuk pikiran generasi muda Papua? Siapa yang mo menentukan masa depan Papua?
"Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto" adalah salah satu karya yang paling komprehensif dan berani yang membongkar narasi resmi pemerintah Orde Baru mengenai tragedi berdarah tahun 1965. Mari bergabung dan membaca bersama, setiap Selasa di Kota Malang!
partai komunis belanda yang mengupayakan dukungan terhadap revolusi kemerdekaan indonesia bangkit dari kubur akibat tercengang dengan statement manusia beralmet kuning depok ini
fyi: homofobia di indonesia berakar dari aturan kolonial belanda taun 1930-an
Berhenti bersikap naif. Sepak bola dan politik akan selalu berkelindan. Sebagai ruang pergulatan politik, suporter punya pilihan: berpihak pada nilai-nilai kerakyatan atau memilih pasrah terjebak jadi domba dalam pragmatisme politik elektoral
Catatan yg laik disimak dr salah satu pengguna substack ttg “ekonomi gerakan”.
Pembacaan2 moralistik yg membuat hampir jarang terjadi percakapan terbuka & serius ttg topik ini. Bahkan dlm studi sejarah pun ga pernah menjadi mainstream.
Silakaj dibaca!
https://t.co/KH4IZ17tf1