Inget ya temen-temen, konsep paling penting dari memilih gym adalah....
pilih yang sangat deket dari rumah kalo perlu effortless 🙏😌
You will thank me later.
Untuk perempuan yang menafkahi dirinya sendiri, mandiri berdiri di atas kaki sendiri, semua hal diselesaikan sendiri, meskipun setiap malam menangis, besoknya bisa tersenyum seolah gak terjadi apa-apa.
I want say;
Proud of you 🥹❤️
Semoga nanti kamu dipertemukan dengan LELAKI QAWWAM + ACT OF SERVICE + MENGHARGAIMU DAN MENCINTAIMU SAMPAI KE SURGA 🤍
kita bisa love someone dengan tulus, with all the patience we have tanpa nuntut apapun, kita bisa kasih yang terbaik tanpa syarat.
but the truth is, kita gapernah punya kontrol atas hati atau sikap orang lain. no matter how much you give, dia tetap punya pilihan dan jalannya sendiri.
sometimes love is not about letting go bukan karena rasa itu hilang, tapi karena kita sadar kalo hati selalu punya kompasnya sendiri. and the fact is, arah itu ga akan selalu menuju ke kita.
eh jujur gue gasuka bgt tiap pemerintah bikin salah bilangnya “nanti dibales di akhirat”. ga, harus dibales skrg, mereka harus tersiksa skrg, jan pasrah gt sama mereka, lawan mereka skrg jir :/ mereka hrs ngerasain penghakiman dr kita juga :/
Tahu kah kamu?
Dengan cukup memangkas MBG Rp36-40 triliun saja, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan BBM.
Tapi pemerintah lebih memilih menaikkan Pertamax Rp3.950 dan Pertamax Green Rp4.100 per liter, yang efek dominonya jauh lebih luas ke seluruh masyarakat.
Padahal keduanya sama-sama bisa hemat Rp36,3 triliun di APBN.
Naik BBM = menekan daya beli kelas menengah, memicu kenaikan harga barang, memicu inflasi.
Pangkas MBG = memengaruhi kelompok rente, mengurangi dana bancakan.
Ada cara yang jauh lebih ringan buat hemat, tapi kenapa malah pilih yang membebani rakyat?
Why?
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.